HEADLINEPurwakarta
Trending

Masyarakat Berbondong-bondong Ziarah ke Makam Syekh Baing Yusuf Jelang Ramadan

PURWAKARTA, RAKA – Suasana religius terasa kuat di jantung Kota Purwakarta menjelang datangnya bulan suci ramadan. Masyarakat berbondong-bondong berziarah di Makam Syekh Baing Yusuf, ulama penyebar Islam di wilayah Purwakarta dan Karawang pada era 1800-an.

Tokoh yang memiliki nama RH Moch Yusuf itu lahir pada 1709 dan wafat pada 1854. Makamnya tepat di belakang Masjid Agung Purwakarta, berdampingan dengan sejumlah tokoh awal berdirinya Purwakarta. Selain terkenal sebagai ulama kharismatik, Syekh Baing Yusuf juga sebagai guru dari ulama besar Syekh Nawawi Al-Bantani.

Peninggalan sejarahnya masih tersimpan, di antaranya kitab fikih dan tasawuf berbahasa Sunda-Arab serta sebuah pedang khotbah yang menjadi simbol perjuangan dakwahnya.

Baca Juga: Jangan Cuma Wacana! Pengusaha Genteng Menanti Realisasi Gentengisasi

Memasuki bulan Rajab hingga menjelang Ramadhan, kawasan makam mulai dipenuhi peziarah. Tradisi ini juga kerap memuncak saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pengurus makam, Ustaz Maman, mengungkapkan bahwa lonjakan peziarah sudah terlihat sejak akhir pekan.

“Sejak Sabtu kemarin pengunjung tidak henti-henti datang. Sampai Minggu malam pukul 20.00 WIB masih ramai. Tadi terlihat tujuh bus parkir di depan Alun-Alun Purwakarta, belum termasuk kendaraan pribadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, para peziarah datang dari berbagai kabupaten dan kota, seperti Bogor, Bandung, Cianjur, Tasikmalaya, Sumedang, Ciamis hingga Banten. Menurutnya, momen menjelang Ramadhan memang selalu menjadi waktu favorit masyarakat untuk berziarah dan mendoakan para ulama.

Tonton Juga: Rumah Wawan Tak Layak Huni

Selain menjadi destinasi religi, lokasi makam yang berada di pusat kota memudahkan akses pengunjung. Para peziarah juga dapat melaksanakan ibadah di Masjid Agung Purwakarta yang sarat nilai sejarah.

Ustaz Maman menegaskan bahwa seluruh fasilitas ziarah di makam tersebut tidak dipungut biaya. “Di sini gratis. Siapa pun bisa berziarah dan beribadah dengan nyaman,” katanya.

Tak hanya itu, banyak pengunjung yang memanfaatkan momen ziarah untuk menikmati suasana kota serta mencicipi kuliner khas Purwakarta. (yat)

Related Articles

Back to top button