Karawang
Trending

Mengenal Toren Air Raksasa Cikampek: Bangunan Bersejarah Sejak 1894 Peninggalan Belanda di Karawang

CIKAMPEK, RAKA – Cikampek salah satu wilayah atau kecamatan di Karawang yang memiliki nilai sejarah salah satunya bangunan toren air raksasa peninggalan belanda yang sudah dibangun sejak tahun 1894.

Salah satu warga Desa Cikampek kota, Kecamatan Cikampek Ruslih (67) mengatakan, bangunan toren yang berlokasi tepat di belakang statsion Cikampek itu merupakan salah peninggalan era kolonialisme yang berfungsi untuk menampung air bersih kemudian digunakan untuk menunjang kebutuhan kereta uap pada saat itu.

“Sebenarnya saya belum lahir juga sudah ada, namun cerita ini saya dapat dari almarhum kakek saya dulu,” ucapnya, kepada Radar Karawang, Selasa pagi (11/3).

Ia menuturkan, menurut cerita warga bangunan tersebut beroperasi pada abad ke 19 akhir sampai abad ke 20 awal, yang diperkirakan dari tahun 1920 sampai sampai 1940.

Tak hanya itu, menara tersebut juga dipercaya sempat digunakan sebagai tempat persembunyian Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dari serangan Belanda pada tahun 1947.

“Cerita cerita itu sudah diketahui sebagian banyak warga sini, artinya memang memiliki nilai sejarah penting yang berkaitan dengan kemerdekaan indonesia,” tuturnya.

Masih dikatakan Ruslih, sejak ia kecil bangunan yang terbuat dari batu bata dan dua toren raksasa itu kondisinya sama seperti saat ini, namun saat itu tidak banyak coretan dinding serta sampah di dalamnya seperti sekarang ini. Kini bangunan tersebut semakin tidak terawat, namun karena bangunan tersebut memiliki kualitas material yang baik sehingga mampu bertahan sampai saat ini. “Kalau dihitung sudah lebih dari Satu abad,” katanya.

Ia juga menyampaikan, seharusnya bangunan yang memiliki nilai sejarah tersebut dapat dilestarikan dengan cara memberikan batas serta prasasti yang menjelaskan awal berdirinya bangunan tersebut, setidaknya hal tersebut dapat memberikan edukasi bagi generasi muda bahwa wilayah yang mereka tinggali saat ini memiliki nilai sejarak terutama sempat dijadikanya tempat persenbunyian para pejuang dalam melawan penjajahan.

“Kalau begitukan bisa meningkatkan rasa kepedulian mereka terhadap lingkunganya,” pungkasnya (mal)

Related Articles

Back to top button