16 Kecamatan Bebas Covid-19

ANTIGEN: Guru SMAN 1 Klari diswab antigen beberapa hari lalu untuk persiapan PTM.

21 Orang Masih Perawatan

KARAWANG, RAKA- Suara sirine ambulans sudah tidak lagi intens terdengar di jalan raya. Hilir mudik tenaga kesehatan ke rumah-rumah warga untuk tracing pun sudah jarang terlihat. Angka peningkatan kasus Covid-19 memang sudah melandai sejak beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, bukan berarti pandemi sudah benar-benar berakhir. Berdasarkan pantauan data Satgas Covid-19 Kabupaten Karawang hingga, Selasa (21/9), ada penambahan 11 kasus baru, 21 orang masih perawatan, 12 orang sembuh, 6 orang isolasi mandiri dan dua orang meninggal. Angka tersebut tersebar di 14 kecamatan yang belum bebas dari corona, kecamatan-kecamatan tersebut diantaranya Pakisjaya, Tirtajaya, Jayakerta, Pedes, Rengasdengklok, Karawang Barat, Rawamerta, Telukjambe Timur, Telukjambe Barat, Majalaya, Klari, Purwasari, Cikampek dan Jatisari.

Sementara itu, 16 kecamatan lainnya sudah bebas Covid-19, tidak ada penambahan kasus maupun pasien yang masih dirawat. Kecamatan-kecamatan tersebut yaitu, Batujaya, Cibuaya, Kutawaluya, Cilebar, Tempuran, Cilamaya Kulon, Lemahabang, Telagasari, Cilamaya Wetan, Banyusari, Tirtamulya, Kotabaru, Ciampel. Karawang Timur, Pangkalan dan Tegalwaru.
Penurunan angka penyebaran Covid-19 ini juga tidak lepas dari gencarnya pemerintah dalam mengendalikan penyebaran virus menakutkan itu. Selain itu, vaksinasi Covid-19 juga saat ini sedang gencar dilakukan. Hanya saja, masyarakat diingatkan, meskipun sudah divaksin bukan berarti sudah bebas Covid-19. Oleh karena itu, protokol kesehatan harus tetap diterapkan ketika keluar rumah.

Kasie Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Karawang Nurmala Hasanah, menyatakan bahwa setelah vaksinasi dilakukan baik guru, siswa, dan masyarakat yang lainnya harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, agar Karawang bisa terbebas dari pandemi. “Intinya kita harus bisa beradaptasi dengan pola budaya hidup sehat dengan sering mencuci tangan dan menjauhi kerumunan,” katanya, Selasa (21/9).

Antusiasme warga mengikuti vaksinasi Covid-19 juga patut diapresiasi. Setiap kali ada program vaksinasi di tingkat desa, selalu diikuti oleh ratusan warga, seperti yang dilakukan di Desa Walahar, Kecamatan Klari beberapa waktu lalu. Kepala Desa Walahar Adi Supriadi mengungkapkan, masyarakat harus menilai bahwa vaksinasi yang saat ini gencar dilakukan oleh pemertintah bukan sekedar menangkal virus Covid-19. Melainkan dapat juga meningkatkan imunitas tubuh dari serangan penyakit lainnya. “Apalagi saat ini mulai memasuki musim hujan yang bisa saja berbagai virus, bakteri dan penyakit lainya menyerang imunitas tubuh,” ujar kades termuda di Klari ini.

Dia juga mengingatkan warga untuk segera melaksanakan vaksinasi, karena beberapa petugas posyandu juga masih menunggu warga untuk melakukan pendaftaran yang akan dilaksanakan keesokan harinya. “Jadi selain membuka pelayanan, kita juga sudah mempersiapkan pendaftaran untuk calon warga yang akan divaksin hari berikutnya,” pungkasnya. (mal/cr8/asy)