19 Rumah Rusak, Jembatan Amblas

AMBLAS: Jembatan penghubung Dusun Babakan Dukuh di Desa Sukasari dengan Dusun Pakopen Desa Tegalsari, Kecamatan Purwasari amblas, kemarin. Itu diakibatkan derasnya hantaman air dari saluran alam Pagadungan dengan Karangsari.

Cuaca Ekstrem di Purwasari

KARAWANG, RAKA – Cuaca esktrem yang terjadi di Kabupaten Karawang tiga hari terakhir, mengakibatkan 19 rumah rusak dan jembatan amblas di Kecamatan Purwasari. Berdasarkan informasi yang diterima Radar Karawang, belasan rumah rusak itu dialami oleh warga Kampung Pakopen, Desa Tegalsari, Kecamatan Purwasari, akibat diterjang angin kencang, sekitar pukul 15.45, Jumat (26/11).

Camat Purwasari Rohmana mengatakan, akibat dari bencana angin puting beliung tersebut, sepuluh rumah diantaranya mengalami kerusakan berat dan rumah lainnya rusak ringan. Sementara kerugian yang disebabkan akibat bencana tersebut diperkirakan Rp75 juta. “19 rumah mengalami kerusakan. Kerugian diperkirakan Rp75 juta,” ujar Rohmana saat dikonfirmasi Radar Karawang.

Dikatakan Rohmana, dari 19 rumah, jumlah jiwa yang terdampak sebanyak 72 orang. Meski demikian, tidak ada korban yang meninggal ataupun luka-luka akibat bencana tersebut. “Yang dibutuhkan saat ini logistik permakanan dan logistik lainnya,” ujarnya.
Rohmana juga menambahkan, sampai Minggu (28/11) sore tidak ada tambahan korban. Mereka yang terdampak tiupan angin kencang itu, juga tetap tinggal di rumahnya masing-masing. Sementara untuk rumah yang terdampak belum mendapatkan bantuan. “Tidak ada pengungsian. Kemarin baru bantuan logistik kedaruratan. Bantuan untuk rumah yang rusak berat biasanya nyusul,” tambahnya.

Sedangkan jembatan yang amblas berada di jalan poros Desa Sukasari dengan Desa Tegalsari. Kata Rohmana, peristiwa itu terjadi Minggu (28/11) sekitar pukul 17.15. “Jembatan itu penghubung Dusun Babakan Dukuh di Desa Sukasari dengan Dusun Pakopen Desa Tegalsari,” tuturnya.

Ia melanjutkan, rusaknya jembatan sepanjang dua meter, lebar tiga meter, akibat derasnya air kiriman dari saluran alam Pagadungan dengan Karangsari. “Intensitas hujan tinggi. Akibatnya air deras dari saluran alam menggerus jembatan hingga amblas,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang Yasin Nasrudin tidak memberikan tanggapan mengenai adanya beberapa bencana yang terjadi, meski sudah dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan whatsappnya. (nce)