40 Persen ASN Kerja di Rumah

PANTAU ASN: Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat memantau absensi ASN.

KARAWANG, RAKA – Usai libur panjang Hari Raya Idul Fitri, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Karawang yang aktif bekerja di kantor hanya 60 persen. Itu setelah Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan Wakil Bupati Aep Syaepulloh melakukan pengawasan, kemarin. “Hari ini (kemarin) kita melakukan monitoring untuk memastikan pelayanan publik yang dilakukan oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terus berjalan,” ujar Cellica, kemarin.
Ia melanjutkan, sebelumnya terdapat beberapa OPD di lingkungan Pemkab Karawang yang menerapkan sistem bekerja di rumah atau WFH setelah libur panjang Idul Fitri. Aturan tersebut diambil berdasarkan dari arahan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi tentang jadwal WFH bagi ASN di instansi masing-masing. “Penerapan WFH akan dilakukan selama satu minggu setelah puncak arus balik lebaran,” tuturnya.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, kata Cellica, hanya ada 60 persen ASN yang bekerja di kantor.

“Kita cek kehadirannya melalui aplikasi SIAP, dan untuk hari ini (kemarin) ASN yang WFO ada 60 persen, tentunya absensi ASN kita akan cek lagi secara berkala kehadirannya para kepala dinas, kepala bidang, kepala seksi di setiap OPD,” ungkapnya.
OPD yang menerapkan WFH, kata Cellica, yakni Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Dinas Kesehatan. Sebanyak 112 ASN hingga saat ini masih melakukan cuti. “Akan diberikan sanksi secara tegas kepada ASN yang terbukti membolos,” tuturnya.
Sedangkan beberapa OPD di lingkungan Pemkab Karawang masih diberlakulan WFH, seperti Dishub, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan.

“Selama seminggu kemarin ada beberapa OPD terus bekerja tanpa libur untuk memberikan pelayanan, dan membantu penguraian arus mudik hingga arus balik. Pengajuan cuti karena melahirkan, cuti tahunan, cuti sakit, cuti alasan penting dan diluar tanggungan negara yang tidak bisa ditinggalkan. Masih ada 112 orang lagi yang masih cuti. Kita akan berikan sanksi bagi ASN yang bolos,”pungkasnya. (nad)