Awalnya Minder, Lama-lama Ikhlas

ATUR LALU LINTAS: Seorang linmas Desa Kondangjaya mengatur lalu lintas di pertigaan Jalan Raya Klari, kemarin.

Linmas Disebut Polisi Hajatan Hingga Tentara Langit

KARAWANG, RAKA – Berseragam hijau, memakai topi hijau dan bersepatu pdl. Begitulah penampilan linmas ketika melaksanakan tugasnya. Personel linmas ini sering ditemui ketika di kantor desa hingga acara hajatan di masyarakat. Ia bertugas menjaga dan mengatur parkir kendaraan tamu yang hadir.

Karena salah satu tugasnya membantu menjaga keamanan di acara hajatan, tak jarang masyarakat menyebutnya sebagai polisi hajatan. Bahkan ada juga yang menyebutnya dengan sebutan tentara langit. “Kalau saya tidak berkecil hati. Tetapi justru harus bangga karena dipundak linmas juga bertanggung jawab terhadap keamanan lingkungan. Kalau yang bully itu biarkan saja,” kata Zaenudin, satgas Linmas Kondangjaya kepada Radar Karawang, Jumat (14/2).

Zaenudin menuturkan, menjaga keamanan di acara hajatan masyarakat memang merupakan salah satu tugas yang diberikan kepada linmas. Namun bukan berarti linmas hanya sebatas polisi hajatan. Melaksanakan piket di kantor desa, dan melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan juga menjadi tanggung jawab dari linmas. “Di desa ada 10 anggota. Kita semua aktif setiap malam ada piket di kantor desa,” ujarnya.

Zaenudin menceritakan, pertama kalinya dia menjadi linmas saat usianya 23 tahun, saat dijadikan pamsung di tempat pemungutan suara. Diakuinya, rasa malu dan minder ada ketika awal dia menjalani profesinya sebagai linmas. Namun seiring berjalannya waktu, dia memiliki semangat untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya itu. “Pertama ya ada minder dan gengsi juga pas jaga hajatan itu. Tapi lama-lama juga biasa,” akunya.

Honor yang didapatkan oleh linmas, kata Zaenudin, sebesar Rp225 ribu per bulan dari kecamatan, Rp150 ribu per bulan dari desa, dan juga ada tambahan dari desa melalui Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp900 ribu per tahun. “Kalau jaga hajatan Rp150 ribu sampai Rp200 ribu. Pekerjaan sehari-harinya juga ada yang tani, ngojek, centeng di perumahan,” ucapnya.

Zaenudin juga menambahkan, sebagai penghasilan tambahan bagi para linmas, ada jadwal secara bergantian untuk menjadi juru parkir di jalan. “Jadi pak ogah istilahnya di jalan utama. Setiap dua hari bergantian,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Wahyu Hidayat yang juga merupakan anggota linmas di Kondangjaya, mengaku bersyukur meski honor yang didapat oleh linmas tidak sebesar pegawai lain. “Ya disyukuri saja sebagai tambahan penghasilan. Kalau sehari-hari ngojek,” ujarnya. (nce)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *