Balon Kades 14 Desa Belum Aman

Kasi Tata Pemerintahan DPMD Kabupaten Karawang, Andry Irawan

Nilai Tes Tulis Jeblok akan Tereleminasi

KARAWANG, RAKA – Sebanyak 563 bakal calon kepala desa akan mengikuti proses seleksi ujian tertulis hari ini. Untuk mengurai kerumunan dan pencegahan penyebaran corona, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang menggelar ujian tertulis bagi para balon kades ini secara terpisah di enam lokasi, yang telah ditunjuk oleh tim peneliti dan penguji pemilihan kepala desa (pilkades) tingkat kabupaten.
“Sesuai keputusan tim panti uji kabupaten, tes tulis dilaksanakan terpisah yang tersebar di enam lokasi yang ditunjuk,” kata Kasi Tata Pemerintahan DPMD Kabupaten Karawang Andry Irawan kepada Radar Karawang, Senin (22/2).

Tempat yang telah ditentukan untuk melaksanakan ujian tertulis, kata Andry, yaitu SMPN 1 Karawang Barat, SMPN 2 Telukjambe Timur, SMPN 1 Rengasdengklok, SMPN 1 Rawamerta, SMPN 1 Lemahabang, SMPN 1 Kotabaru.
“Satu lokasi hanya menampung 80 sampai 100 balon kades,” ujarnya.

Dikatakan Andry, tim peneliti dan penguji pilkades menekankan agar pada proses seleksi tertulis ini diterapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Persiapan juga sudah dilakukan dari beberapa waktu sebelum pelaksanaan,” ucapnya.

Andry juga mengatakan, para bakal calon kades peserta ujian tertulis tidak diperkenankan untuk membawa pendukung pada pelaksanaan ujian tertulis. Cukup persiapkan diri dan jaga kesehatan agar dapat maksimal mengikuti ujian ini.
“Masyarakat tidak perlu ikut mengantarkan balon ujian tertulis. Jaga kondusifitas di wilayahnya dan silahkan berdemokrasi,” ujarnya.

Andry menambahkan, jumlah peserta yang mengikuti ujian tertulis ini berkurang dari jumlah pendaftar sebelumnya. Karena ada beberapa balon yang mengundurkan diri berdasarkan pernyataan yang bersangkutan.

“Dari 177 desa yang melaksanakan pilkades, terdapat 14 desa yang bakal calonnya lebih dari lima orang. Sehingga pada 14 desa tersebut akan ada beberapa balon kades yang tereliminasi berdasarkan hasil ujian tertulisnya,” tuturnya.

Bakal calon kades dari Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Suhana mengaku tidak mempersiapkan secara khusus menjelang ujian tertulis. Dirinya hanya fokus menjaga kondisi kesehatan agar dalam keadaan fit saat mengikuti ujian tertulis. Sebagai seorang petahana, dia merasa lebih percaya diri menghadapi ujian tertulis.
“Yang penting tetap tenang dan optimis. Jaga stamina agar fit,” ujarnya.

Balon Kades Dawuan Tengah Jejen Jaenal Arifin juga mengatakan, persiapan yang dilakukan ialah memastikan dirinya sehat dan fit pada saat ujian tertulis. Selain itu, sebelumnya ia juga sudah membuka dan menghafal beberapa undang-undang, peraturan pemerintah, dan aturan-aturan tentang desa.
“Persiapan alat tulis, prokes, dan juga hafalin undang-undang dan materi umum,” ujarnya.

Petahana Kepala Desa Rawagempol Wetan Udin Abdulgani mengatakan, meski sudah menjabat dua periode, dia merasa perlu menambah wawasan sebelum mengikuti ujian tulis. Seperti membaca undang-undang terkait perkembangan tata kelola desa. Karena menurutnya, aturan dan perkembangan dalam mengelola desa bisa saja berubah setiap saat. “Pengalaman saja tidak cukup untuk bisa memajukan desa di zaman sekarang ini, tentunya memerlukan pengetahuan dan wawasan yang luas,” ujar Udin. (nce/rok)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka