Bentrok Ormas Berujung Maut

BENTROK: Kelompok massa bentrok di depan Hotel Resinda Karawang, Rabu (24/11). Sejumlah orang terluka di lokasi kejadian dan mobil rusak. Sementara di tempat lain, sekelompok massa lainnya berunjuk rasa di salah satu perusahaan di KIIC.

Kaplores Janji Penegakan Hukum

KARAWANG, RAKA – Aksi brutal yang melibatkan anggota ormas pecah di depan Hotel Resinda, Jalan Interchange, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Rabu (24/11) siang, sekitar pukul 12.30 WIB.
Empat orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sementara, satu unit mobil sedan bernomor polisi S 1724 BB hancur.

Informasi yang diperoleh Radar Karawang di lapangan menyebutkan, bentrokan terkait pengelolaan limbah ekonomis ini bermula saat anggota ormas asal Rembang, Jawa Tengah, hendak bergabung dengan rekannya ke PT Ichie Industries di Kawasan Karawang International Industrial City (KIIC). Namun saat keluar dari gerbang tol Karawang Barat, mereka salah jalan ke arah kota.
Saat sampai di depan Hotel Resinda, mereka dihadang oleh anggota ormas lain dari kubu lawan. Sehingga bentrokan tak seimbang pun pecah. Namun mereka kalah jumlah.

Kelompok ormas yang jumlahnya jauh lebih banyak, berhasil melukai anggota ormas yang salah jalan tersebut. Mereka dihantam menggunakan berbagai benda tumpul maupun senjata tajam.
Akibat peristiwa ini, empat korban mengalami luka. Salah satu korban mengalami luka parah dan dilarikan ke Mandaya Hospital yang berseberangan dengan lokasi kejadian. Tiga korban luka lainnya, juga dilarikan ke rumah sakit.
Kerumunan massa yang jumlahnya mencapai ratusan akhirnya kocar-kacir setelah pasukan Brimob tiba di lokasi kejadian. Mereka akhirnya mundur ke arah kota.

Humas Mandaya Hospital Dadang mengakui, pihaknya menangani empat orang yang terluka akibat bentrokan ormas. Hanya saja, dia tidak bisa memberikan informasi terkait identitas keempat korban. “Iya benar memang sekarang ada korban yang dirawat di rumah sakit kami, namun saya tidak bisa memberikan statement lebih dalam karena itu bukan wewenang dari saya,” ujarnya.
Begitupun pihak Polres Karawang, tidak mengizinkan media untuk mengambil gambar. Hal ini bertujuan agar proses observasi berjalan dengan lancar. “Saat ini terdapat empat korban dari kejadian tersebut dan sudah ditangani oleh rumah sakit, mohon maaf untuk saat ini belum dapat masuk ke dalam untuk meliput,” ujar Wakapolres Karawang Kompol Faisal Ahmad Pasaribu yang ditemui Radar Karawang di Mandaya Hospital, Rabu (24/11).

Ditemui di lingkungan kantor bupati, Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono mengatakan, sebelum insiden terjadi, pihaknya bersama TNI telah mengantisipasi bentrokan dengan melakukan penyekatan. Namun karena ada anggota ormas dari luar Karawang yang hendak menuju KIIC salah jalan ke arah kota, maka terjadilah peristiwa tersebut.
Meski begitu, Aldi menegaskan, pihaknya akan melakukan penegakan hukum. Pihaknya bakal menangani serius kejadian tersebut. “Kita akan melakukan penegakan hukum, tapi saat ini masih observasi untuk korban dan mendalami kejadian,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu korban yang mengalami luka parah dikabarkan meninggal dunia. Bahkan beredar pula surat keterangan kematian yang menyebutkan identitas jenazah atas nama Achmad Sudir, beralamat di Lodan Wetan RT 003/001 Desa Lodan Wetan, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang. Di surat tersebut tertulis, meninggal dunia tanggal 24 November jam 17.13 WIB.
Namun saat dikonfirmasi melalui telepon maupun melalui layanan pesan instan, Humas Mandaya Hospital Dadang tidak menjawabnya. Begitupun pesan instan yang ditujukan kepada Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono, tidak kunjung berbalas. (nad/cr8)