BLT Dulu, Infrastruktur Kemudian

CAIR: Seorang warga Desa Karyasari, Rengasdengklok menerima BLT.

PURWASARI, RAKA – Delapan desa di Kecamatan Purwasari sudah mengajukan dana desa tahap tiga, bahkan beberapa desa sudah mencairkannya untuk pengalokasian Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Kasie Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemerintah Kecamatan Purwasari Elvianovita mengatakan, dua minggu lalu beberapa desa memang belum melakukan pengajuan dana desa tahap 3, namun berkat upaya pemerintah desa dan dorongan dari pemerintah kecamatan, akhirnya seluruh desa sudah melakukan pengajuan. “Delapan desa sudah mengajukan, karena sebelum dikirim saya verifikasi terlebih dahulu,” ucapnya kepada Radar Karawang, Senin (22/11).

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu saja ia mendapat kabar bahwa Desa Tegalsari, Karangsari dan Tamelang sudah berhasil mencairkan dan desa melalui PKN pusat, namun baru hanya sebagian yaitu untuk alokasi BLT. Menurutnya, dana desa 2021 dibagi menjadi dua kategori, yaitu alokasi untuk BLT dan fisik. “Itupun tidak sekarang-sekarang kita bagikannya, kita tunggu momen yang pas atau pada saat memasuki bulan Desember,” tambahnya.

Ia mengaku, sisa pencairan dana desa untuk fisik dan kebutuhan desa lainnya dapat dicairkan setelah pemdes menglokasikan, dan membuat SPJ terkait BLT kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. “Kemungkinan, pembangunan fisik yang akan dilaksanakan oleh desa di ujung akhir tahun 2021,” tuturnya.

Sementara itu, Sekdes Sukasari Undang mengungkapkan, sampai saat ini Desa Sukasari belum menerima pencairan dana desa baik untuk alokasi BLT maupun pembangun fisik.

Meski begitu, dia hanya tinggal menunggu karena satu minggu lalu pengajuan dana desa tahap 3 sudah dilakukan. “Toh kalau cair sekarang juga belum bisa dialokasikan, karena menurut informasi alokasi BLT juga setelah memasuki bulan Desember, karena yang cair duluan biasanya untuk BLT dulu kemudian kita laporkan SPJ nya, setelah itu kita bisa menerima untuk pembangunan fisik,” pungkasnya.

Kepala Bidang PUEM DPMD Karawang Agus Somantri menuturkan, sampai saat ini, dari 297 desa yang ada di Karawang baru tercatat sebanyak 185 desa yang sudah merealisasikan Dana Desa tahap III, baik BLT untuk bulan 10, 11, 12 maupun non BLT. “185 desa sudah realisasi ditambah 4 desa mandiri,” katanya.

Kepala Bidang PUEM yang akrab disapa Asom juga menjelaskan, selain 185 desa reguler yang sudah merealisasikan Dana Desa tahap III, ada juga tambahan 65 desa yang sudah realisasi BLT Dana untuk tiga bulan terakhir pada tahun ini tetapi untuk non BLT belum. “85 desa sudah realisasi BLT Dana Desa tapi untuk non BLT belum. Karena pengajuannya terpisah,” jelasnya.

Desa lainnya, lanjut Asom, ada 20 desa yang saat ini sedang proses pengajuan ke BPKAD. Sedangkan untuk desa yang belum yaitu sebanyak 23 desa. Namun beberapa desa sudah ada yang mengajukan ke DPMD. “Yang belum mengusulkan 18 desa lagi,” ucapnya.

Adapun 18 desa yang belum mengusulkan, diantaranya Desa Jayamulya, Kalidungjaya, Sukasari, Kejaten, Cikampek Selatan, Dawuan Barat, Dawuan Timur, Cikande, Majalaya, Pasirmulya, Tanah Baru, Tanjung Bungin, Cariumulya, Kalisari, Lemahkarya, Lemahmakmur dan Margakaya. “Kendalanya karena ada keterlambatan pada pencairan tahap II,” ujarnya.

Asom menambahkan, pengusulan Dana Desa tahap III ini paling lambat harus diusulkan pada 10 Desember. Untuk itu, ia mengimbau agar desa-desa yang belum mengusulkan ini segera mengusulkan agar bisa cepat disalurkan dan direalisasikan. “Saya imbau juga yang sudah realisasi agar segera menyiapkan SPJ pertahapnya.

Kemudian realisasi non BLT segera dilaksanakan mengingat sekarang sudah mulai musim hujan,” pungkasnya. (mal/nce)