Calo Pasang Tarif Rp20 Juta

Pengangguran Miskin Makin Susah Kerja

KARAWANG, RAKA – Keberadaan calo tenaga kerja ternyata masih menjadi masalah yang belum selesai di Kabupaten Karawang. Alhasil, banyak warga Kota Pangkal Perjuangan yang gagal masuk kerja karena tidak memiliki uang yang dipatok sang calo. Kisarannya pun macam-macam, tergantung perusahaan, status dan posisi yang diincar. Dari mulai ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

Seperti yang diutarakan Candra (24), warga Kecamatan Kotabaru, dia mengaku sudah dua tahun kerja di salah satu pabrik di kawasan KIIC, namun tidak diangkat jadi karyawan tetap. “Harus bayar kalau mau diangkat jadi karyawan tetap mah. Puluhan juta,” ungkapnya kepada Radar Karawang.

Hal serupa juga dialami Nia (21) warga Kecamatan Jatisari, dia yang sejak lulus sekolah diterima bekerja di perusahaan sepeda motor, mengaku tidak dilanjutkan kontraknya oleh perusahaan. Saat itu ada dua opsi, tidak dilanjutkan kontraknya atau diangkat jadi karyawan tetap. “Kalau mau diteruskan kontraknya juga harus bayar. Apalagi kalau mau jadi kartap (karyawan tetap),” katanya.

Pencari kerja, Enjah lewat instagram ke Wakil Bupati Karawang Aep Syaepulloh mengatakan, warga Karawang banyak yang nganggur karena akses ke dunia industri dibatasi oleh calo. “Rek gawe kudu ngaluarkeun duit puluhan juta (Mau kerja harus mengeluarkan uang puluhan juta). Rek diantep wae kitu (Mau dibiarkan saja gitu),” ungkapnya.

Hal serupa juga dikeluhkan akun @rikylled. Menurutnya warga Karawang sudah seharusnya tidak dipersulit mendapatkan pekerjaan. “Pake (biaya) administrasi segala kalau mau masuk kerja,” tuturnya. Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang Suratno mengatakan, aplikasi info loker belum sepenuhnya memutus mata rantai percaloan tenaga kerja di Karawang. Bahkan dikabarkan ada oknum calo tenaga kerja yang mematok Rp5 juta sampai Rp20 juta untuk masuk ke salah satu perusahaan. “Pasar gelap percaloan itu sangat susah sekali dibasmi dan diungkap cara bermainnya,” ucapnya.

Dia menghimbau kepada masyarakat untuk melamar pekerjaan yang memang pengumumannya itu resmi ada di aplikasi info loker Karawang, serta tidak percaya sama calo tenaga kerja. “Jangan gampang percaya sama orang, harus optimis dengan kemampuan diri kita,” imbaunya.

Kasi Informasi Pasar Kerja Disnakertrans Karawang Aan Sukesih mengatakan, sejak diluncurkannya aplikasi info loker, sampai saat ini sudah ada 75.057 pencari kerja yang terdaftar. Saat ini lowongan pekerjaan sejak diluncurkannya aplikasi, baru ada sekitar ratusan lowongan pekerjaan yang diperebutkan oleh para pencari kerja. “Sampai saat ini, ada sekitar 523 lowongan dari 137 perusahaan yang daftar membuka rekrutmen tenaga kerja secara online,” tambahnya.

Menurutnya, aplikasi info loker Karawang masih banyak kekurangan, karena begitu banyaknya pencari kerja yang mendaftar sehingga servernya sering mengalami gangguan. Hal ini pun terjadi ketika kemarin sempat ramai rekrutmen di salah satu perusahaan sepatu di Karawang. “Saat ini kami akan membeli lagi server untuk info loker tersebut agar tidak terjadi kendala, namun semuanya butuh proses karena ini memakai APBD,” tuturnya. (cr8/psn)