Pemerataan Pembangunan

RAWAMERTA, RAKA– Kucuran dana dari pemerintah kabupaten maupun pusat melalui desa benar-benar dapat dirasakan masyarakat desa. Tak ada lagi cerita sepatu bejubel dengan lumpur, atau ban kendaraan macet di tanah liat. Saat ini masyarakat daerah perkotaan ataupun pedesaan mempunyai hak yang sama dalam menikmati ruas jalan di wilayahnya masing-masing.

Pembangunan mulai merata dari desa ke desa, termasuk Desa Kutawargi Kecamatan Rawamerta. Jalan-jalan di wilayah mereka telah dibangun melalui tangan pemerintahan desa. Hingga pelosok desa pun dapat merasakan pembangunan, khususnya jalan lingkungan yang biasa disebut Jaling, dan jalan setapak atau biasa di sebut Japak. Bahkan hingga area selokan dan got-got tak luput dari program pembangunan.

Menurut Kepala Desa Kutawargi, Sukmadi, berbagai program yang sifatnya berkaitan denga masyarakat terus dilakukan sesuai dengan pesanan dari pemerintah pusat, provinsi, maupun pemerintah Kabupaten Karawang. Karena melalui dana tersebut telah dibagi menjadi beberapa variable, kemana dana itu harus disalurkan. “Mulai pertama saya menjabat sebagai kepala desa, anggaran dana tersebut kita salurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dulu. Khususnya dalam membangun jalan-jalan yang sering digunakan oleh masyarakat dalam urusan perekonomian,” katanya kepada Radar Karawang.

Seperti halnya pada tahun 2017, Dana Desa (DD) tahap 1 direalisasikan untuk membangun Japak di 3 dusun berbeda, yakni Dusun Sukamakmur dengan panjang 995 meter, lebar 1,2 meter dan tinggi 0,12 meter dengan besaran anggaran Rp 212.405.000. Selanjutnya Japak di Dusun Sukawangi dengan Panjang 240 meter, lebar 1,2 meter, dan tinggi 0,12 meter dana Rp 52.080.200. Dan terakhir pembangunan Japak di Dusun Sukamanah dengan panjang 1040 meter, lebar 1,2 meter, tinggi 0,12 meter, dana Rp 222.575.000. Sementara DD tahap 2 sama masih direalisasikan kepada Japak, karena menyangkut kepada kebutuhan masyarakat Dusun Kutajaya dengan panjang 379 meter, lebar 1,2 meter, tinggi 0,12 meter, dana Rp 81.176.200.

“Kalo Bangub (Bantuan Gubernur) direalisasikan untuk pembangunan Jaling di Dusun Kutajaya dengan panjang 37 meter, lebar 3 meter, tinggi 0,12 meter yang menghabiskan dana sebesar Rp 150 juta,” ujarnya.

Sementara untuk Anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) digunakan untuk membangun turap selokan dengan panjang 173 meter dan menghabiskan dana Rp 56.878.500. “Mana yang dianggap penting bagi masyarakat, itu yang pertama kita bangun,” ujar Kepala Desa Kutawargi yang biasa disapa Jibeng.

Pada tahun brikutnya, lanjut Jibeng, yakni di tahun 2018 terdapat perubahan alokasi anggaran yang dikucurkan kepada desa. Jika yang sebelumnya hanya dengan 2 tahap, di tahun 2018 menjadi 3 tahap penurunan. Untuk kucuran dana tahun 2018 saat ini, dirinya pun masih berkonsenrasi kepada penyelesaian pembangunan jalan. Seperti saat merealisasikan DD tahap 1 di Dusun Sukamanah dengan membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 410 dengan menghabiskan dana Rp 172.717.960. Sedangkan untuk tahap 2 melanjutkan TPT area pesawahan menggunakan 2 RAB. RAB 1 dengan panjang 350 meter, tinggi 80 cm dan membutuhkan dana Rp 147.582.000. Dan RAB ke-2 dengan panjang 380 meter, tinggi 80 cm dana Rp 197.853.920. “Pembangunan jalan itu untuk membuka jalan yang sudah lama tak digunakan. Karena dinilai sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khsusunya para petani. Maka kita buka kembali sebagai sarana perekonomian masyarakat yang mayoritas sebagai petani,” pungkasnya. (rok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here