Dishub Siapkan Trayek Baru

HADIAH PEMPROV: Bus Kawista bantuan Pemprov Jawa Barat sudah diterima Dishub Karawang. Nantinya, bus ini akan dioperasikan sebagai bus pariwisata yang akan melewati sejumlah rute di wilayah perkotaan.

Untuk Operasional Bus Kawista

KARAWANG, RAKA – Satu unit bus bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah diterima Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang. Adanya mobil ini, Dishub akan membuka trayek baru di sekitar Karawang Kota.

Kepala Dishub Karawang Arief Bijaksana mengatakan, Pemda Karawang akan mendapatkan satu unit bus dari Pemprov Jawa Barat. Bus tersebut akan digunakan sebagai angkutan bagi masyarakat Karawang di wilayah Karawang Kota. “Namanya Bus Karawang wisata kota (Kawista). Keliling seputar Karawang Kota,” kata Arief kepada Radar Karawang, Jumat (6/3).

Dengan adanya bus tersebut, kata dia, pada tahun 2020 ini pihaknya akan membuka trayek baru yang meliputi Karawang Barat, Karawang Timur, Telukjambe, Galuh Mas dan sekitarnya. “Sekarang busnya sudah kita terima. Tinggal membuat legal formal untuk trayeknya,” ujar Arief.

Selain bus dari Pemprov Jabar, lanjutnya, bus juga akan didapatkan dari CSR Bank Jabar. Namun CSR dari BJB itu diberikan melalui organda. Sehingga pengelolaan dan pengoperasiannya pun dilakukan langsung oleh organda. Sementara untuk bus Kawista dikelola langsung oleh Dishub Karawang. “Sopirnya dari Dishub dan tarifnya kita yang akan buat,” ujarnya.

Kasi Angkutan Yunus Kusriwanto mengatakan, bantuan bus wisata kota tersebut diterima sejak Selasa (3/3) lalu. Bus tersebut belum mulai di oprasikan karena harus dilakukan berbagai pembahasan terkait teknis operasional dan hal lainnya dengan dinas terkait lain. “Mudah-mudahan bulan April sudah mulai beroperasi kalau sudah ada pembahasan dengan dinas terkait lainnya,” kata dia.

Rencananya, kata Yunus, titik kumpul masyarakat untuk menaiki bus Kawista ialah di Islamic Center. Kemudian bus tersebut akan berkeliling menuju Tuparev melewati Masjid Agung, menuju ke Galuh Mas dan masuk ke kawasan industri KIIC. “Susunan trayeknya masih kita rancang termasuk perhitungan tarif untuk operasionalnya,” ujarnya.

Setelah bus dengan bentuk dan desaign khusus itu diterima, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk membahas rute operasional serta hal-hal teknis lainnya. “Selasa depan kami akan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” pungkasnya. (nce)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *