Dosen Unsika Beri Penyuluhan Smart Farming di Desa Waluya

PENYULUHAN: Dosen Unsika melakukan pengabdian masyarakat dengan penyuluhan smart farming.

KUTAWALUYA,RAKA- Tim pengabdian dosen Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) melaksanakan sosialiasasi sekaligus edukasi kepada kelompok tani di Desa Waluya, Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang sebagai bentuk kepedulian dan kepekaan dosen terhadap perkembangan teknologi pada bidang pertanian untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Tim pengabdian dosen Unsika terdiri dari Reni Rahmadewi, Ulinnuha Latifa merupakan Dosen Fakultas Teknik dan Tesa Nur Padilah Dosen Fakultas Ilmu Komputer. Melalui penyuluhan mereka mengedukasi kepada para kelompok tani di Desa Waluya pada Sabtu, 16 November 2023 lalu. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya kepekaan dan kepedulian terhadap masyarakat. “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah nyata kepedulian terhadap para petani, dalam upaya memberikan edukasi terhadap perkembangan pemanfaatan teknologi dibidang pertanian,” kata perwakilan tim pengabdian dosen Unsika, Reni Rahmadewi.
Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini merupakan target utama yang dilakukan oleh tim pengabdian dosen Unsika, hal ini dikarenakan para petani merupakan komponen terpenting dalam masyrakat sebagai penyedia bahan pangan, sehingga para petani harus mendapatkan wawasan dan pengetahuan yang cukup untuk mengelola dan mengolah pertanian sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini sehingga mampu mempermudah proses pertanian dengan menggunakan konsep Smart Farming khususnya, dalam tata cara penggunaan alat pengukur kelembapan tanah pada padi dan edukasi mengenai pengaruh kelembapan tanah pada padi. Pada pelaksanaannya para petani sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan tersebut.
Salah satu kelompok tani Desa Waluya sangat mendukung adanya penyuluhan yang sangat bermanfaat dan berdampak ini khususnya bagi para petani yang notabene sudah lanjut usia agar bisa memanfaatkan teknologi terkini. “Penyuluhan ini sangat bermanfaat dan berdampak bagi para kelompok tani karena saat ini para petani masih menggunakan cara tradisional dalam proses pengelolan pertanian tanpa melibatkan teknologi terkini khususnya alat pengukur kelembapan tanah, harapannya alat ini mampu memberikan kemudahan kepada para petani dalam melakukan pengukuran kelembapan tanah,” ujar petani yang tidak mau disebutkan namanya ini. (rls)

Tinggalkan Balasan