Gonta-ganti Istilah Pasien Covid-19

Fitra Hergyana

KARAWANG, RAKA – Berbagai frasa seperti orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), pasien positif maupun orang tanpa gejala (OTG) familiar dalam penanganan covid-19. Namun, istilah-istilah tersebut sering berganti.

Saat ini terdapat definisi diagnosa baru yang menggantikan frasa-frasa tersebut. “Itu gugus tugas pusat yang mengubah, kita mengikuti saja yang di pusat,” jawab Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang dr. Fitra Hergiyana, saat ditanya alasan perubahan tersebut, Kamis (6/8).

Fitra menyampaikan terdapat 4 frasa baru diagnosa penyakit covid-19. Pertama ialah kontak erat yang menggantikan frasa ODP. frasa kedua ialah kasus suspek yang menggantikan frasa PDP. Sedangkan frasa pasien positif digantikan dengan frasa kasus konfirmasi. “Ada satu lagi frasa baru buat yang lagi tes PCR, disebutnya probabel,” tambahnya.

Ia menjelaskan, yang dimaksud dengan kontak erat adalah orang dengan riwayat kontak dengan kasus konfirmasi maupun probabel. Ada empat poin yang dimaksud dengan riwayat kontak, pertama adalah tatap muka atau berdekatan pada radius 1 meter selama 15 menit atau lebih. Kedua adalah sentuhan fisik langsung seperti bersalaman atau berpegangan tangan, ketiga adalah orang yang merawat kasus konfirmasi tanpa APD lengkap, dan terakhir adalah kontak berdasarkan penilaian resiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat.

Adapun kasus suspek adalah orang dengan penyakit ISPA yang 14 hari sebelum munculnya gejala tinggal di daerah transmisi lokal. Selain itu, orang yang memiliki salah satu gejala ISPA yang selama 14 hari sebelumnya memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel juga dapat dikategorikan kasus suspek. Begitupun orang dengan ISPA berat atau peneumonia berat yang membutuhkan perawatan rumah sakit tanpa adanya penyebab lain.

Sementara yang dimaksud kasus konfirmasi adalah orang yang ditetapkan positif terinfeksi virus Covid-19. Penetapan ini berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus konfirmasi dibagi dua yakni simptomatik yang menunjukan gejala dan asimptomatik dengan tanpa adanya gejala. Asimptimatik bukanlah menggantikan frasa OTG, sebab OTG merujuk tidak merujuk pada orang yang terinfeksi melainkan pada orang yang beresiko terinfeksi. Namun OTG ini telah ditiadakan penggunaannya. Terakhir adalah kasus probabel yang merujuk pada orang dengan kasus suspek yang sedang menjalani pemeriksaan RT-PCR namun hasilnya belum dapat disimpulkan (inkonklusif). “Gak ada pengaruhnya ke penanganan, penanganannya sama saja seperti kemarin,” pungkasnya. (din)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *