Guru Honor Kesulitan Lolos PPPK

Gerindra Dorong Pengangkatan Langsung

KARAWANG, RAKA- Tingginya passing grade dan banyaknya soal yang diujiankan, tidak sedikit guru honor yang mampu melewati tes seleks Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kedepan, pemerintah diminta mengangkat guru honor menjadi PPPK tanpa seleksi.

Ali Mubarok, guru honor SMAN 1 Lemahabang yang mengikuti tes PPPK, mengaku kesulitan dalam menjawab soal-soal yang diberikan. “Ada 155 soal kurang lebih dan memang lumayan sulit,” keluhnya, Rabu (22/9).
Ali menjelaskan, seleksi PPPK guru di SMAN 1 Lemahabang Wadas hanya untuk mengisi 1 slot yang telah disediakan. “Dari 15 guru honorer yang ada di SMAN 1 Lemahabang Wadas yang lolos hanya satu orang saja. Sangat ketat sekali persaingannya,” jelas guru alumni Prodi Matematika Unsika ini.

Sebenarnya, tambah Ali, sudah ada Kebijakan khusus dari pemerintah yang memudahkan bagi honorer yang telah lama mengabdi dan memiliki sertifikat guru. “Setau saya sih kalau yang sudah memiliki sertifikat guru, 100 persen dijamin lulus karena sudah lama mengabdi,” tutur guru matematika ini.

Kesulitan juga dialami Faturahman, salah satu guru honor di Kecamatan Purwasari ini mengatakan soal PPPK saat ini berbeda jauh dengan soal tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang pernah diikutinya. “Soal PPPK ini lebih sulit dibanding dengan CPNS dulu. Soalnya panjang-panjang dan ada sekitar 150 soal. Pusing saya bacanya,” keluhnya.
Sulitnya soal yang diberikan, membuatnya tidak mampu mencapai passing grade yang sudah ditentukan sehingga tidak akan lolos ke tahap berikutnya. “Kalau passing grade tidak masuk. Lain kesempatan akan dicoba lagi,” terangnya.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Karawang Endang Sodikn mengatakan bahwa guru honorer yang sudah lama mengabdi harus diberikan penghargaan dengan cara mengangkatnya menjadi PPPK tanpa melalui tes jangan disamakan dengan yang fresh graduated . “Guru-guru ini kan ada yang mengabdi sampai 20 tahun dan 30 tahun sebagai guru honorer seharusnya dimudahkan,” ucap pria yang berpeci hitam ini, Rabu (22/9).

Endang menambahkan bahwa Kabupaten Karawang memiliki sekitar 6.475 tenaga honorer yang perlu diperjuangkan baik yang baru 3-5 tahun mengabdi atau sudah puluhan tahun mengabdi perlu diperjuangkan. “Saya berharap pemkab greget ketika pengajuan Gerindra kepada Presiden RI, dikabulkan maka secara bertahap di Karawang yang jumlahnya terdapat 6.475 orang tenaga honorer ini bertahap diangkat PPPK tanpa tes, tinggal BKPSDM Karawang terus memohon dan mengawal agar maksimal diangkat lebih banyak di karawang,” tambah pria yang juga sekretaris DPC Gerindra ini. (cr8)