Guru TKQ Bahas Program Tahun Ajaran Baru

SOSIALISASI: Guru TKQ di Kabupaten Karawang mengikuti sosialisasi program tahun ajaran baru.

KARAWANG, RAKA – Badan Koordinasi (Badko) Taman Kanak-kanak Alquran (TKQ) Kabupaten Karawang gelar sosialisasi program untuk tahun ajaran baru di gedung serbaguna rumah makan Indo Alam Sari, Kamis (9/7).

Sosialisasi ini disampaikan kepada para kepala sekolah TKQ yang tergabung dalam Badko Karawang. “Sosialisasi program untuk tahun ajaran 2020-2021,” terang Sekjen Badko Karawang Bahiz Hakim.

Bahiz mengatakan, agenda ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para guru TKQ. Di samping itu menurutnya penyampaian sosialisasi program ini lebih efektif dilakukan secara tatap muka langsung ketimbang melalui pesan elektronik guna menghindari kesalahan presepsi. “Tapi kita tetap terapkan protokol kesehatan, ada cek suhu tubuh, hand sanitizer, jarak kursinya juga kita atur,” tambahnya.

Salah satu poin yang disampaikan dalam sosilaisasi tersebut adalah perihal pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama 1 semester awal di tahun ajaran baru nanti. Berdasarkan hasil rapat kerja pengurus Badko Karawang 2 Juli lalu, lembaga pendidikan di bawah naungan Badko Karawang diinstruksikan untuk tetap melaksanakan PJJ. Hal ini sesuai dengan edaran menteri pendidikan, edaran bupati dan Disdikpora yang pada intinya tidak ada kelas tatap muka sampai akhir tahun nanti. “Ini yang betul-betul harus dipahami, makanya kita undang semua kepala sekolahnya,” terangnya lagi.

Dalam penerapan PJJ nantinya, Badko menawarkan 2 opsi yakni dengan membagi shift belajar siswa atau dengan door to door. Pembagian shift mengingat rasio perbandingan guru dan siswa sangat tidak berimbang dan tentunya akan merepotkan para guru jika melakukan PJJ untuk semua murid dalam waktu yang sama.

Adapun jika suatu lembaga pendidikan memiliki jumlah siswa yang relatif sedikit, maka diperbolehkan melakukan pembelajaran secara door to door jika memungkinkan. Namun demikian keputusan tersebut tergantung kesepakatan. Masing-masing lembaga pendidikan juga bisa menyesuaikan dengan karakteristiknya masing-masing. Bahiz menjelaskan, rasio guru dan murid lembaga pendidikan yang dinaunginya 801 guru banding 6.000 siswa. Sedangkan rasio ideal adalah 1 guru untuk 15 siswa.

Kendala lainnya adalah siswa TKQ tentunya belum menguasai penggunaan gawai. Sedangkan tidak sedikit orang tua yang juga tidak menguasai teknologi tersebut atau tidak bisa mendampingi selama pembelajaran. Meski demikian sebetulnya sejak lama Badko Karawang memiliki Simpaud yang merupakan aplikasi berbasis website. Dalam aplikasi tersebut menghimpun administrasi sekolah, materi pembelajaran, dan tugas-tugas siswa. “Itu menunjang pembelajaran jarak jauh, termasuk rapot juga nanti PDF, kalau misalnya sampai nanti Januari masih PJJ,” pungkasnya. (din)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *