Hasil Panen Petani Anjlok

JEMUR GABAH: Petani jemur gabah hasil panen.

KARAWANG, RAKA – Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Karawang mengakibatkan dampak buruk bagi petani, hasil panen padi yang mereka tanam anjlok. Dalam satu hektare, petani hanya mendapat lima kuintal gabah.

Petani di Desa Margamulya, Kecamatan Telukjambe Barat mengalami penurunan kualitas di hasil panen yang diperoleh. Hal ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Saat ini petani hanya memperoleh lima kuintal gabah per hektare. Setiap satu kuintal dijual sebesar Rp350 ribu. Penjualan beras dilakukan melalui pengepul. Per satu ton memperoleh Rp3,5 juta. “Ke pengepul, kalau per kuintal Rp350 ribu,” ujar Salim, petani Desa Margamulya (70), Senin (22/2).

Saat cuaca mendukung petani memperoleh sebanyak sembilan ton. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp31,5 juta. Hal tersebut diperoleh dari satu hektare sawah. Petani pun mengalami kesulitan dalam mengeringkan hasil panen. Ia menggunakan bantuan oven untuk mengeringkan hasil panen. Diperlukan suhu sekitar 100°C untuk mengeringkan hasil panen di dalam oven. Proses dari menanam hingga panen selama tiga bulan. Saat cuaca mendukung, hasil panen akan dijemur selama satu hari. Satu kali oven sebanyak tiga ton. Pemerintah telah memberikan 20 kilogram bibit untuk setiap hektare sawah. Pupuk yang diberikan sebanyak 10 kilogram setiap hektare.

Sawah yang dikerjakan ini merupakan sawah milik tetangga. Ia hanya diberikan bagian sebanyak setengah hektare saja. Keuntungan yang diperoleh akan dibagi dua oleh pemilik sawah. Vitamin untuk tanaman telah disediakan oleh pemilik sawah. Modal awal untuk petani menanam padi sebesar dua juta. Hal tersebut digunakan untuk membeli pupuk. “Ya ini mah bukan punya bapak, bapak cuma dikasih setengah hektare doang,” pungkas Edi (40), salah seorang petani. (cr6)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka