11 Ruang Kelas Rusak,Atap SMPN 1 Kotabaru Rapuh

PERLU PERBAIKAN: Sejumlah bagian ruangan kelas SMPN 1 Kotabaru sudah mengalami kerusakan di bagian atap dan jendela. Meski demikian, ruang kelas tetap dipergunakan karena dinilai masih aman.

KARAWANG, RAKA – Ruangan SMPN 1 Kotabaru sudah banyak yang mengalami kerusakan. Sedikitnya, ada 11 ruangan yang rusak dan 6 ruang kelas diantaranya mengalami kerusakan berat. Beberapa ruang kelas yang kondisi ruangan telah rapuh. Kerusakan terlihat dari adanya atap ruang kelas yang telah berlubang.
Kepala SMPN 1 Kotabaru menyampaikan kerusakan terjadi sejak proses pembelajaran yang dilakukan secara online saat pandemi berlangsung. “Kalau membahayakan siswa itu tidak, karena perbaikan yang bersifat genting sudah kami lakukan. Karena saat covid selama 2 tahun, sehingga banyak kelas yang tidak terpakai akhirnya menyebabkan rapuh karena tidak terkontrol,” ujarnya, Senin (26/9).
Ia memaparkan, sebanyak 11 kelas yang mengalami kerusakan dan memperlukan perbaikan. Dari total tersebut terdapat 5 hingga 6 ruangan yang mengalami kerusakan berat. Pihak sekolah mengatasi dengan menggunakan ruang kelas yang layak dipakai untuk digunakan. Total ruang kelas di sekolah tersebut sebanyak 14. “Saya hitung ada kurang lebih 11 kelas yang memang perlu rehab. Sebanyak 5 sampai 6 ruang kelas yang rusak berat. Karena kami memiliki ruang kelas yang lebih, jadi kami mencari kelas yang memang lebih aman dan tempat yang rawan kami kosongkan,” tambahnya.
Ia mengungkapkan setiap ruangan memerlukan biaya sebesar Rp100 hingga Rp125 juta. Total anggaran untuk perbaikan 5 hingga 6 ruang kelas sebesar 700 juta. Ia memiliki harapan agar pemerintah daerah memberikan dana bantuan untuk perbaikan. “Kalau hitungan per kelasnya 100 sampai 125 juta, kurang lebih kalau untuk 6 kelas totalnya 700 juta. Harapan kami semoga pemerintah daerah mendengar dan secepatnya untuk membantu merehab,” paparnya.
Kerusakan sekolah ini harus segera diantisipasi jangan sampai terjadi ambruk. Beberapa minggu yang lalu, ruang SDN Jatimulya V Kecamatan Pedes, Kamis (8/9) pagi. Beruntung saat peristiwa itu terjadi, tidak ada anak-anak yang berada di sekitar ruang kelas yang dibangun tahun 2009 silam itu. Sebelumnya, pihak sekolah seolah sudah mengetahui ruang kelas itu akan roboh. Sebab dua tahun terakhir ruangan itu sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar, lantaran kondisi atap bangunan sudah rapuh.
Guru kelas VI SDN Jatimulya V Gandi mengatakan, bangunan yang roboh itu sebelumnya dijadikan tempat belajar untuk kelas VI. Karena kondisi bangunan sudah rapuh dan lantainya pun sudah rusak, sehingga tidak ditempati lagi untuk kegiatan belajar. “Dua tahun gak dipakai karena kondisi bangunan sudah lapuk kayak gini,” katanya.
Lebih lanjut kata Gandi, ruang kelas yang roboh itu merupakan bangunan tahun 2009 dan sudah tidak digunakan lagi dalam dua tahun terakhir. Pertimbangannya karena kondisi bangunan banyak yang rusak. Pihak sekolah sudah mengusulkan untuk perbaikan, tapi sampai roboh seperti ini belum juga diperbaiki. “Sudah diusulkan, pak Korwilcambidik (Pedes) bilangnya ini anggaran tahun 2023,” ujarnya.
Gandi meminta Korwilcambidik agar segera memperbaiki ruang kelas yang rusak ini, sehingga tidak harus menunggu tahun 2023. “Kenyataannya sudah (rusak) begini, masa harus mengikuti terus anggaran 2023. Mungkin ada dana talang atau apa gitu,” tegasnya. (nad/mra)

Tinggalkan Balasan