Absensi Anak Selama PJJ Rendah

BERHARAP LURING: Dua orangtua siswa SMAN 5 Karawang berharap kegiatan belajar di kelas

KARAWANG, RAKA – Rencana sekolah tatap muka saat tahun ajaran baru bulan Juli nanti dipastikan batal, setelah terjadi lonjakan penderita corona di Kabupaten Karawang. Namun, itu bukan alasan untuk tidak berinovasi agar pembelajaran daring lebih menarik.

SMAN 5 Karawang misalnya, pengelola sekolah sudah menyiapkan beragam aplikasi model pembelajaran, agar anak didiknya tidak bosan saat belajar di rumah.

Wakil Kepala SMAN 5 Karawang Bidang Kurikulum Maman Rohman mengatakan, aplikasi yang disiapkan berfungsi untuk menyimpan seluruh tugas siswa, saat uru belum memeriksa sesuai dengan deadline. “Metode dalam pembelajaran bervariatif, kalau satu atau dua model ya anak bakal jenuh,” ujarnya, Selasa (22/6).

Pihak sekolah akan tetap mentaati peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah daerah. Selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung banyak kendala yang terjadi. Salah satunya terlihat dari absensi siswa. Banyak siswa yang memiliki absen rendah. “PJJ ini bikin anak jadi malas buat ikut zoom ataupun google classroom,” tambahnya.

Selain absensi, kendala pun dirasakan dari sisi anak yang tidak memiliki sarana untuk mengikuti pjj. Solusi yang diberikan dengan cara mengundang siswa untuk belajar di lab komputer menggunakan fasilitas sekolah. “Kendala paling sulit yang kami rasakan ya anak-anak yang tidak punya sarana,” sambungnya.

Salah satu orang tua siswa mengungkapkan, dia akan mematuhi peraturan meskipun banyak dampak yang dirasakan. Pertama dari segi kesehatan mata, anak sampai harus menggunakan kacamata dikarenakan menatap layar komputer dan handphone terlalu lama. “PJJ baik sih bisa mencegah penyebaran, tapi mata anak jadi terganggu,” ungkap Ratna Ningsih, orangtua siswa.

Ia melanjutkan, orangtua mengalami kesulitan untuk memberikan arahan kepada anak, agar tetap mengikuti pembelajaran. Berbagai cara dilakukan agar anak tidak merasa bosan. Tugas pun semakin banyak dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. “Selama belajar di rumah tugasnya malah makin banyak daripada belajar di sekolah,” sambungnya. (cr6)