Ada Granat Aktif di Jatiluhur, Ditemukan Bah Rohim di Kebun Bambu

DILEDAKKAN: Tim Penjinak Bom dari Datasemen Gegana Sat Brimob Cikeruh menghancurkan granat aktif sisa perang kemerdekaan di Kampung Krajan, Desa Parakanlima, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Rabu (22/6). Granat tersebut sebelumnya ditemukan warga yang sedang mencari rumput.

PURWAKARTA, RAKA – Sebuah granat aktif ditemukan di Jatiluhur. Penemuan senjata peledak tersebut sontak saja membuat geger warga.

Penemuan granat yang sempat membuat sibuk aparat kepolisian tersebut tidak terkait dengan aksi terorisme. Senjata tersebut diduga merupakan granat militer sisa masa perang kemerdekaan.

Granat yang diduga masih aktif itu ditemukan seorang warga yang tengah mencari rumput di sebuah kebun bambu di Kampung Cinangsi, Desa Cisalada, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Kapolres Purwakarta AKBP Suhardi Hery Haryanto melalui Kabag Ops Kompol Suharto mengatakan, awalnya benda yang diduga granat itu ditemukan seorang warga bernama Abdul Rohim (60) saat mencari rumput.

Saat itu, Abdul Rohim tengah mencari rumput menemukan benda besi bulat dengan berat kurang lebih 500 gram di tanah, lalu digali. “Kemudian benda tersebut dibawa pulang ke rumah,” jelas Suharto saat ditemui di lokasi penemuan granat, Rabu (22/6).

Dia menambahkan, merasa khawatir benda tersebut adalah granat, kemudian pagi harinya Abdul Rohim membawa benda tersebut ke kantor Desa Cisalada dan melaporkannya kepada kepala desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

“Saat menerima laporan dari Polsek Jatiluhur melalui Bhabinkamtibmas, kami langsung ke lokasi untuk melaksanakan pengecekan dan pemasangan police line,” jelasnya.

Ketika tiba di TKP, kata Suharto, pihaknya langsung memeriksa dan mengamankan benda yang diduga granat tersebut dan mengamankan area sekitar.

Selanjutnya, sambung Suharto, Polres Purwakarta berkoordinasi dengan Brimob Subden/C Pelopor Bungursari melakukan evakuasi.

“Ketika diperiksa, diketahui bahwa benda tersebut ternyata benar granat yang sudah berkarat dan masih aktif serta membahayakan jika salah penanganannya,” ucapnya.

Setelah diadakan pemeriksaan, lanjut Suharto, maka diputuskan bom tersebut dihancurkan (disposal) untuk menghindari bahaya ledakan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Dengan pertimbangan keselamatan, maka bom tersebut akan kita lakukan disposal oleh unit Jibom Den Gegana Sat Brimob Cikeruh di Kampung Krajan Desa Parakanlima, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta,” pungkasnya. (gan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here