Aset Cendana di Cikampek Didiskon, Tak Laku, Dilelang Lagi

LAHAN YANG DILELANG: Salah satu lahan milik Tommy Soeharto di Kalihurip, Kecamatan Cikampek yang dilelang oleh pemerintah. Hingga kini belum ada yang berminat membelinya.

KARAWANG, RAKA – Masih ingat dengan lelang aset Tommy Soeharto, anak presiden kedua di Kecamatan Cikampek? Ternyata hingga saat ini belum ada yang mau membelinya. Alhasil, pemerintah kembali melakukan pelelangan bahkan harganya pun didiskon.
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara atau DJKN Kementerian Keuangan menyatakan bahwa lelang empat aset jaminan PT Timor Putera Nasional, perusahaan milik Tommy Soeharto kembali tidak mencatatkan peminat. Padahal, nilai aset tersebut telah turun dari pelaksanaan lelang sebelumnya.
Direktur Hukum dan Humas DJKN Kementerian Keuangan Tri Wahyuningsih Retno Mulyani menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penawaran lelang empat aset jaminan milik debitur/penanggung hutang atas nama PT Timor Putera Nasional (TPN) melalui situs www.lelang.go.id hingga Rabu (27/4). Lelang yang dilaksanakan oleh DJKN melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta V itu ternyata sepi peminat. Bahkan, Ani menyebut bahwa tidak terdapat peserta yang mendaftar dalam lelang aset Tommy Soeharto. “Mengingat sampai dengan batas waktu yang ditentukan, yakni selambat-lambatnya 1 hari sebelum pelaksanaan lelang, tidak terdapat peserta lelang yang mendaftar dan menyetorkan uang jaminan, maka lelang eksekusi Panitia Urusan Piutang Negara [PUPN] yang dilakukan dengan bantuan Pejabat Lelang Kelas 1 KPKNL Purwakarta dinyatakan Tidak Ada Peminat [TAP],” ujar Ani.
Dia menjelaskan bahwa pihaknya melalui KPKNL Jakarta V akan menjadwalkan kembali lelang atas keempat aset jaminan perusahaan Tommy Soeharto. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pengembalian utang kepada negara atas nama PT TPN agar segera terealisasi. Sebelumnya, lelang aset perusahaan Tommy Soeharto telah berlangsung pada 12 Januari 2022, yakni dengan nilai limit Rp 2,4 triliun dan uang jaminan Rp 1 triliun. Namun, karena tidak laku, lelang kembali dilaksanakan pada 27 April 2022. Ternyata, dalam pelaksanaan lelang ulang itu nilai limit lelang tercatat senilai Rp 2,15 triliun dengan uang jaminan Rp 430,2 miliar. Nilai limit lelang turun sekitar Rp 250 miliar, sedangkan nilai uang jaminan turun hingga sekitar Rp 570 miliar. “Pada saat lelang pertama tidak laku, itu kami evaluasi dulu, kemudian kami tim [penilai] turun lagi ke lapangan. Kenapa? Ini mungkin bilang alasanya apa kenapa turun, saya tidak bisa menjawab, karena penilai hanya akan bisa menjelaskan kepada yang meminta penilaian,” ujar Ani pada Jumat (8/4).
Soal turunnya nilai jaminan hingga lebih dari separuh, Ani menilai bahwa hal tersebut wajar karena terdapat penurunan nilai limit lelang. Dia pun berharap aset tersebut dapat terjual dalam pelaksanaan lelang susulan. “Karena nilainya lebih kecil, maka jaminanya akan menyesuaikan,” ujarnya. (psn/tm)