Gaya Hidup Bebas Rentan Terkena HIV, DPPKB dan Dinkes Diminta Lakukan Pencegahan

Aep Syaepuloh

KARAWANG, RAKA- Penyebaran penyakit HIV/AIDS di Karawang masih terjadi. Hingga Juni 2022, ada sekitar 157 pasien baru. Mengatasi hal ini, perlu ada upaya pencegahan agar kasus tidak terus meningkat.
Wakil Bupati Kabupaten Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan, peningkatan angka HIV/AIDS diakibatkan oleh gaya hidup bebas yang sudah tidak terkontrol saat ini. Ia meminta kepada DPPKB dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk terus melakukan sosialisasi perihal pencegahan serta bahaya penyakit tersebut. Sosialisasi dapat diberikan mulai dari kalangan remaja yang belum menikah. “Dinas KB dan Dinkes harus melakukan mapping dan menginformasikan kepada masyarakat terkait penanggulangan HIV/AIDS,” ujarnya, Selasa (6/9).
Ia menambahkan harus dilakukan pendekatan preventif kepada penderita HIV/AIDS. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman perihal pentingnya hidup sehat. Selain itu agar tidak memperluas penyebaran penyakit. “Supaya menghentikan penyebaran penyakit, kita harus melakukan pendekatan secara preventif kepada penderita dan masyarakat umum,” tambahnya.
Aep memberikan peringatan kepada DPPKB, Dinkes dan KPA (Komisi Penanggulangan Aids) agar dapat bersinergis terkait penyajian data dan penanganannya. Ia memiliki harapan agar penularan kasus tersebut dapat segera teratasi. “KPA ini kan hanya sebagai pendamping, tapi leading sektornya ada di kita. Trend penularan hari ini kan bukan hanya Karawang, di Bekasi juga sama. Mudah-mudahan bisa terselesaikan,” paparnya.
Sebelumnya, staf Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Karawang Yana Aryana mengatakan, tes HIV AIDS di Kabupaten Karawang telah dapat dilakukan di tujuh rumah sakit dan puskesmas. Hasil tes dapat diketahui dalam hitungan menit. Obat untuk penyakit tersebut belum ditemukan sampai saat ini. Hanya terdapat obat pencegah penyebaran virus di dalam tubuh. Obat dapat diperoleh secara gratis di puskesmas Cikampek, Ciampel, Rengasdengklok, Kutawaluya, Pedes, Cilamaya, Lemahabang. Obat di puskesmas hanya untuk dosis yang ringan. “Obat untuk membunuh virus belum ada, tapi ada obat untuk mencegah perkembangbiakan di dalam tubuh. Obat ini gratis ada di tujuh puskesmas,” terangnya.
Yana menambahkan, kasus dari Januari sampai Juni 2022 ada sebanyak 157 pasien baru. “Di Kabupaten Karawang itu kita menyebarluaskan informasi kepada seluruh masyarakat. Ini menjadi tanggungjawab bersama dan harus ikut terlibat, kasus baru sepanjang tahun 2022 sampai Juni ada 157,” tambahnya.
Ia mengungkapkan, dari 450 laki-laki yang telah melakukan tes, terdapat 80 orang yang telah positif terpapar HIV dan AIDS. Tes bertujuan untuk memutuskan mata rantai penyebaran kasus. Selain itu berhenti melakukan hubungan seks secara bebas. “Untuk memutusnya itu ya dengan cara tes supaya cepat teratasi. Data penjangkauan dari 450 homoseksual, 80 nya positif terpapar,” paparnya. (nad)

Tinggalkan Balasan