Orangtua Bercerai, Remaja Gantung Diri

CEK LOKASI KEJADIAN: Petugas kepolisian di lokasi kejadian di Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta.

PURWAKARTA, RAKA – Seorang remaja berinisial RIH, warga Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, mengakhiri hidup dengan cara gantung diri pada akhir pekan lalu.
Informasi yang diperoleh dari sekitar lokasi kejadian, pemuda berusia 19 tahun itu nekat mengakhiri hidupnya diduga depresi lantaran orang tuanya bercerai.
Kapolsek Paswahan AKP Ali Murtadho mengatakan, korba pertama kali ditemukan oleh adiknya. Awalnya, sang adik melihat pintu rumah korban dalam keadaan terbuka.
Karena curiga, kemudian adik korban masuk ke dalam rumah, namun korban tidak ada di dalam rumah. “Kemudian adik korban mencari keberadaan kakaknya tersebut, setelah dipanggil-panggil korban pun tidak menjawab,” kata Ali, Minggu (25/9).
Kemudian, sang adik mencari ke arah kandang ayam milik korban, pada saat di kandang ayam saksi melihat korban dengan posisi menggantung di pohon jambu dengan posisi leher terikat tambang plastik.
“Adik korban yang kaget menyaksikan kakaknya dalam kondisi terbujur kaku yang tergantung di pohon jambu dengan seutas tali warna kuning, menggunakan baju kaos dan celana pendek berwarna merah, langsung memanggil keluarganya yang lain untuk memberitahukan kejadian tersebut,” beber Ali.
Selanjutnya warga melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Pasawahan dan personelnya langsung mendatangi lokasi kejadian.
Dugaan sementara, korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi karena kedua orang tuanya bercerai. “Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban ini cenderung hidup menyendiri. Korban yang tidak memiliki pekerjaan yang tetap dan setiap ada permasalahan korban tidak pernah menceritakan nya kepada pihak keluarga,” ujarnya.
Bapak ibunya sudah bercerai. “Mungkin namanya masalah hidup, sudah nggak ada yang tahu juga. Mungkin karena masalah keluarga jadi depresi dan ambil jalan pintas,” bebernya.
Ali menambahkan, pihak keluarga sudah ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak diotopsi serta tidak akan menuntut kejadian tersebut kepada pihak manapun. “Keluarga juga diterima sebagai musibah, ya sudah dikembalikan ke keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (gan)

Tinggalkan Balasan