Pejabat PUPR Dituduh Main Proyek
-Dikeluhkan Enam Asosiasi Jasa Konstruksi

AKSI BERANI: Sejumlah narasumber hingga pengelola jasa konstruksi foto bersama di sela kegiatan kajian Ghazali Center, kemarin.

KARAWANG, RAKA – Enam asosiasi jasa konstruksi yang terdiri dari Aspeksindo, Gapensi, Askonas, Gapeknas, Aspeknas dan Gapeksindo merasa tidak dianggap oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang karena tidak pernah dilibatkan dalam urusan pembagian proyek pekerjaan. Bahkan konon katanya banyak pekerjaan di dinas tersebut dikuasai oleh satu perusahaan saja.
Ketua Aspeksindo Untung dalam diskusi yang digelar lembaga kajian Ghazali Center mengatakan, Dinas PUPR tidak menghargai keberadaan asosiasi dalam pengerjaan proyek pembangunan. “Jujur saja sudah beberapa tahun ini kami puasa tidak mendapatkan pekerjaan,” katanya saat mencurahkan isi hatinya dalam diskusi tersebut.

Ditambahkannya, ketika asosiasi meminta pekerjaan kepada Dinas PUPR ternyata pekerjaan tersebut sudah habis. “Kami kayak yang tidak dianggap, ketika bertanya ternyata pekerjaan nya sudah habis,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Gapensi Deden Permana mengungkapkan, dirinya mengindikasi bahwa di Dinas PUPR para pejabatnya juga ikut bermain proyek. “Kami menduga bahkan sudah menggurita bahwa pejabat Dinas PUPR juga ikut main proyek,” ungkapnya.

Dia meminta Kejaksaan Negeri Karawang untuk mendalami adanya dugaan tersebut, karena itulah yang menjadi faktor yang merusak tatanan pembangunan di Karawang. “Kami minta ibu kejari dalami pejabat Dinas PUPR yang ikut main proyek,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Karawang Martha mengungkapkan, dirinya belum melihat fakta adanya pejabat merangkap kontraktor. “Sampai sekarang faktanya saya belum lihat adanya itu,” ungkapnya. (fjr)

Tinggalkan Balasan