Perajin Tahu Mogok Produksi

MOGOK PRODUKSI: Perajin tahu di Purwakarta melakukan aksi mogok massal. Tidak ada satu pun perajin tahu maupun tempe yang beroperasi. Para perajin memprotes tingginya harga kedelai yang harganya di luar jangkauan mereka.

PURWAKARTA, RAKA – Para perain tahu dan tempe di Purwakarta mogok produksi. Mereka kecewa dengan tingginya harga kedelai.
Para perajin tahu dan tempe melakukan aksi tersebut secara serentak di sejumlah wilayah selama tiga hari ke depan. Imbasnya, ibu-ibu rumah tangga di Kabupaten Purwakarta mengaku kesulitan mencari tahu dan tempe yang biasa tersedia di lapak-lapak pedagang pasar.
Salah satu warga Purwakarta, Nurwati, dirinya berkeliling pasar hanya untuk mencari tempa. Namun sulit didapat. “Hari ini gak ada yang jual tahu tempe, dari depan hingga ke dalam pasar, semua lapak yang biasa jual tahu tempe kosong. Saya sudah cari ke mana-mana tetap gak ada,” ujarnya, Senin (21/2).
Dia mengaku kesal jika benar tahu tempe juga akan bernasib sama seperti minyak goreng. Sebab tahu tempe merupakan lauk sehari-hari. “Kesal juga sih kalau sampe tahu tempe langka. Karena kadang kan kalau di rumah itu buat lauk pelengkap. Misal masak sayur, lauknya tahu tempe,” imbuhnya.
Dirinya berharap pemerintah segera kembali menurunkan harga kedelai, sehingga pasokan tahu tempe di pasaran pun kembali tersedia seperti biasa. “Tahu tempe udah jadi kebutuhan masak sehari-hari. Sekarang tahu tempenya gak ada, ya paling masak yang lain aja. Ya mudah-mudahan ini gak lama, kami berharap pemerintah turun tangan untuk menangani masalah ini,” harapnya.
Sementara, salah satu perajin tahu di Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta, Adis mengatakan, saat ini dirinyaa terpaksa menghentikan sementara produksi akibat tingginya harga kedelai.
Dia mengaku, tingginya harga kedelai tidak lagi seimbang dengan biaya produksi sehari-hari, termasuk untuk menggaji kedelapan orang pekerjanya. “Sekarang harga kedelai di kisaran Rp120.000 per kilogram. Jangankan ada untung, untuk biaya produksi aja nombok, makanya saya terpaksa tidak produksi dulu dan meliburkan semua karyawan,” ungkapnya.
Dengan melakukan mogok produksi tersebut, lanjut Adis, para pembuat tahu dan tempe berharap pemerintah dapat mengendalikan harga kedelai kembali ke harga normal. Sehingga para pembuat tahu tempe pun dapat produksi kembali seperti biasa. “Ya mudah-mudahan aja, pemerintah mendengar keluhan kami dengan menurunkan kembali harga kedelai dan kami bisa kembali produksi,” pungkasnya. (gan)