Protes! Guru Honorer Mau Mogok Masal

KARAWANG, RAKA – Forum Honorer Katagori 2 Jawa Barat, menggelar Rapat Kordinasi Wilayah (Rakorwil) di Gedung PGRI Karawang, Selasa (11/9) kemarin. Salah satu isu yang diangkat mengenai persyaratan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) umum agar tidak lagi menggunakan menggunakan batas usia, karena hal itu dianggap tidak adil. Seperti diketahui, persyaratan CPNS untuk tahun ini salah satunya peserta berumur tidak lebih dari 35 tahun. Jika tidak diubah, honorer bakal aksi demonstrasi atau bahkan mogok ngajar.

Ketua Forum Honorer Katagori 2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih menyampaikan, isu yang angkat dalam rakorda tentang CPNS umum masih menggunakan ASN nomor 5 tahun 2014, dan menjalankan PP 11 tahun 2017 tentang Managemen PNS di UU ASN. “Kami menolak CPNS umum sebelum direvisi,” ucapnya, kepada Radar Karawang, Selasa (11/9) kemarin.

Menurutnya, usia paling tinggi 35 tahun pada tanggal 1 Agustus 2018, masih aktif bekerja secara terus-menerus sampai sekarang dan bagi tenaga pendidik minimal berijazah strata 1 yang diperoleh sebelum pelaksanaan seleksi tenaga honorer kategori II pada tanggal 3 November 2013 sangat tidak adil, jika harus menggunakan persyaratan seperti itu. “Kalau kita kaji persyaratan ini tidak masuk akal, masa kelas 3 SMA sudah mengajar,” katanya.

Dengan demikian, maka pihaknya akan melakukan perlawanan, pada tanggal 25 September nanti, akan dibahas bersama badan legislatif, PAN RB, Menkum HAM. “Kami masih ada harapan sampai tanggal 25 akhir. Jika tidak direvisi, maka para guru honorer K2 se-Indonesia akan melakukan demonstrasi bahkan mogok masal,” ungkapnya.
Sementara itu salah satu peserta rakorda Forum Honorer Kategori 2 Jawa Barat Sopian mangaku, menunggu keputusan dari ketua FHK2I, apapun hasilnya pasti akan diikuti, karena dirinya sebagai anggota. “Menunggu hasilnya aja, jika ada instruksi dari atas untuk demo atau mogok ngajar, kita pasti ikuti,” pungkasnya. (acu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here