Rumah Ustad Diamuk Warga
-Diduga Cabuli Santri

PURWAKARTA, RAKA – Sebuah rumah pengajar gaji menjadi sasaran kemarahan warga. Musababnya, sang ustad yang biasa mengajar mengaji diduga mencabuli belasan santrinya.
Bangunan tempat pengajian yang ada di Kecamatan Pondoksalam tersebut dirusak warga karena mendengan kabar dugaan pencabulan yang dilakukan oleh guru ngaji. Kaca rumah dan bangunan majelis rusak akibat dilempat batu.
Di lokasi, terlihat batu dan tanah berserakan. Termasuk di dalam ruangan yang biasa digunakan mengaji. Salah seorang kerabat korban bernama Cucu menuturkan, aksi warga dipicu lantaran seorang guru ngaji diduga telah melakukan pencabulan terhadap muridnya. “Kok heran ada peristiwa ini, sama dia (pelaku) malah (diduga) diperkosa, dicabuli,” katanya di lokasi, Sabtu (9/12) lalu.
Ditambahkannya, dugaan pencabulan tersebut dilakukan sejak lama. Namun baru terbongkar beberapa waktu belakangan. Informasi yang diterimanya, korban berjumlah 10 orang. “Korban ada 10 orang, (aksi tidak terpuji) itu dilakukan sejak korban umur kelas empat SD sekarang sekolah SMP kelas 3,” katanya.
Modus yang dilakukan pelaku meminta dipijit. Sayangnya saat ini guru ngaji tersebut telah melarikan diri. “Pelaku kabur, (usianya) ada sekitar kurang lebih 40 tahunan. Dia sudah berkeluarga. Jadi muridnya itu di suruh mijit sama ustad itu tapi malah diperkosa, disetubuhi,” ungkapnya.
Sementara pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan. Kapolres Purwakarta AKBP Edwar Zulkarnain menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan pencabulan oleh guru ngaji tersebut.
“Kasus dugaan pencabulan anak ini dilaporkan, pada Sabtu, 9 Desember 2023 setelah salah satu korban bercerita kepada orangtuanya. Berdasarkan keterangan korban, pelaku yang merupakan guru ngaji di wilayah tersebut melakukan perbuatan itu dari tahun 2019 sampai dengan Maret 2023,” kata Edwar kepada wartawan, Sabtu (9/12).
Dia mengatakan, pihaknya tengah memburu pelaku berinisial OS yang merupakan guru ngaji. Yang bersangkutan kabur setelah mengetahui warga merusak rumahnya. Dijelaskan Edwar, pelaku merupakan guru ngaji, bukan pimpinan pondok pesantren.
“Jadi peristiwa ini terjadi bukan di sebuah pondok pesantren, melainkan rumah pelaku yang dijadikan tempat belajar mengaji di desa itu. Pelaku sedang dalam pengejaran anggota kami,” tegasnya.
Edwar menambahkan, sudah 4 korban yang melakukan laporan kepada pihak kepolisian. “Baru ada 4 orang korban yang melapor ke Polres Purwakarta dan kemungkinan korbannya akan bertambah. Rata-rata korban merupakan anak di bawah umur,” ungkapnya.
Pihaknya masih menyelidiki dan mengumpulkan kesaksian korban, termasuk bukti-bukti kasus dugaan kekerasan seksual tersebut. “Saat ini anggota kami sedang meminta keterangan saksi dan para korban. Posko pengaduan pun telah dibuka,” jelas Edwar. (rkp)