Tingkatkan Kualitas Kepramukaan,Kwarcab Diminta Lakukan Terobosa

DIDIK SISWA: Anak-anak kepanduan Pramuka Madrasah Tsanawiyah Nurul Falah Al Huda Purwasari sedang mengikuti kegiatan kepramukaan. Mereka dilatih mandiri dan kerjasama tim.

KARAWANG, RAKA- Pramuka menjadi ekstra kurikuler (ekskul) wajib disetiap sekolah. Kwarda maupun kwarcab diminta terus lakukan terobosan untuk meningkatkan kualitas kepramukaan.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai, Gerakan Pramuka bisa menjadi wadah investasi dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang tangguh dan tahan banting. “Setiap ada kegiatan, Pramuka selalu hadir. Mudah-mudahan ini menjadi benteng generasi yang tangguh, tahan banting menghadapi masa depan. Ini adalah investasi,” kata Ridwan Kamil usai Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-61 Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2022, baru-baru ini.
Menurutnya, apabila tidak ada Gerakan Pramuka kemungkinan masa depan bangsa akan semrawut. Untuk itu ia berharap lewat Gerakan Pramuka bisa melahirkan generasi muda yang cinta pada negara. “Tanpa Gerakan Pramuka, saya tidak melihat yang bisa jadi benteng di level anak-anak seusia mereka untuk cinta pada negara, sesama, etos kedisiplinan, dan semangat berbagi. Pramuka ini luar biasa,” ujar pria yang kerap disapa Kang Emil.
Sementara itu, Ketua Kwarda Jabar Atalia Praratya Kamil mengutarakan hadirnya perayaan HUT Pramuka Tngkat Jawa Barat sebagai upaya mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai kepramukaan. “Hari ini adalah salah satu upaya untuk terus menggelorakan semangat kepramukaan di masyarakat, dengan tujuan untuk mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai kepramukaan, serta meningkatkan peran Gerakan Pramuka dalam membina generasi muda yang berkualitas,” ungkap Atalia.
Maka dari itu, Atalia menyebut, Kwarda Jabar mempunyai tugas memimpin dan mengendalikan Gerakan Pramuka dan kegiatan kepramukaan di Jawa Barat bersama kwartir cabang, serta seluruh komponen kepramukaan di Jabar. “Tentunya atas dukungan Pemda Povinsi Jabar, serta Pemerintah Kabupaten/ Kota akan terus-menerus meningkatkan kualitas kepramukaan di Jawa Barat dengan berbagai metode baik melalui metode yang telah ditetapkan dalam ketentuan kepramukaan, maupun terobosan yang dikembangkan oleh kwarda dan kwarcab berkolaborsi dengan berbagai unsur terkait,” tandasnya.
Sebelumnya, Andri (15) siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Nurul Falah Al Huda Purwasari, Kabupaten Karawang mengatakan, dia mengikuti pramuka sejak dari sekolah dasar. “Dari sekolah dasar kelas 4 udah sering ikut pramuka, ” katanya.
Andri menambahkan, banyak pengalaman yang diambil setiap mengikuti kegiatan pramuka. “Banyak sekali pengalaman dan ilmu yang saya dapat di pramuka antara lain tentang persandian, pasukan baris berbaris dan sebagainya,” tambahnya.
Ia menuturkan, mengikuti kegiatan pramuka selain mendapatkan ilmu pengetahuan juga bisa melatih kemandirian dan kerjasama tim. “Kegiatan pramuka ini kan kita jauh dari orangtua, jadinya kita dilatih untuk mandiri seperti masak serta juga melatih kekompakan seperti lomba pasukan baris berbaris,” tuturnya. (fjr/jpg)

Tinggalkan Balasan