Homoseks Dominasi Penderita HIV/AIDS

KARAWANG, RAKA – Penyakit HIV/AIDS seperti fenomena gunung es. Penderitanya mengalami peningkatan setiap tahunnya. Terutama di kalangan penyuka sesama jenis.

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Karawang mencatat, sejak 2017 hingga sekarang tren penularan HIV-AIDS didominasi melalui hubungan seks sejenis. Sebelumnya penyebaran penyakit mematikan ini, paling banyak melalui penggunaan jarum suntik para penikmat narkoba. “Penularan HIV-AIDS terbanyak dari bulan Januari sampai Agustus 2019, adalah kaum homoseksual,” ujar Staf KPA Karawang, Yana Aryana, baru-baru ini kepada wartawan.

Meningkatnya kasus HIV-AIDS dari kalangan homoseks, karena mereka lebih sadar untuk memeriksakan diri sendiri ke rumah sakit atau puskesmas. Hingga saat itu tercatat 78 kaum homoseks di Karawang yang terjangkit HIV-AIDS. Menurut Yana, data tersebut diperoleh dari Dinas Kesehatan yang ditampung dari sejumlah puskesmas dan rumah sakit. “Fenomena gunung es dalam kasus HIV tetap terjadi. Data itu muncul dari pengidap yang memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskesmas. Jumlah penderita dipastikan lebih banyak karena mereka tidak memeriksakan diri,” paparnya.

Jika penderita HIV/AIDS dilihat dari latar belakang pekerjaan, tambahnya, tercatat ada 60 karayawan yang terjangkit HIV-AIDS. Selanjutnya diikuti kalangan ibu rumah tangga sebanyak 27 kasus, dan buruh 17 kasus. Jika dilihat dari kelompok usia, yang paling banyak mengidap HIV-AIDS adalah usia produktif yaitu usia 20-29 dengan jumlah 66 kasus, usia 30-39 sebanyak 42 kasus, dan usia 40-49 sebanyak 16 kasus. “Bagi mereka yang sudah positif HIV-AIDS diarahkan untuk mengakses fasilitas kesehatan baik rumah sakit maupun puskesmas,” katanya.

Yana meneruskan, di 2019, jumlah warga Karawang yang tertular HIV-AIDS mencapau 132 orang. Data tersrbut bakal terus bertambah sampai akhir tahun nanti. “Data itu baru sampai akhir Agustus 2019. Untuk September hingga November belum kami update,” pungkasnya. (asy)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *