Jalan Syekh Quro Tetap Macet

PADAT: Jalan Syekh Quro Lamaran, kemarin sore, dipadati kendaraan.

KARAWANG, RAKA – Potret PSBB di Kabupaten Karawang rupanya jauh dari yang diharapkan. Di Jalan Syekh Quro, Lamaran, Karawang Timur, misalnya, arus lalu lintas padat, Selasa (19/5).

Juru parkir kolong jembatan Lamaran, Mamat (41) mengatakan, kepadatan arus lalulintas baru terjadi kemarin. “Tadi macet parahnya itu mulai jam lima (sore) ditambah banyak mobil besar juga,” jelasnya kepada Radar Karawang.

Andrian (20) pengendara motor asal Desa Telagamulya mengatakan, peningkatan volume kendaraan di Jalan Syekh Quro tidak seperti biasanya. Meski sering macet, tapi tidak separah saat bulan Ramadan. “Biasanya saya ke sini bukan bulan Ramadan, di bulan Ramadan sekarang baru sekali ke sini,” katanya.

Adi (40) warga Lamaran, Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, yang tengah ngabuburit sambil menyaksikan kemacetan mengaku, sekitar dua hari yang lalu sudah terjadi peningkatan volume kendaraan. “Kemarin-kemarin gak macet, baru dua, tiga harian ini, semenjak macet gak ada polisi,” katanya.

Biasanya tambah Adi, setiap hari selalu ada kepolisian yang standby di jalur utama Karawang-Cilamaya itu. Bahkan sering mengimbau kepada pengendara untuk menggunakan masker di tengah pandemi corona. “Biasnya kita berdiri di sini tidak pakai masker aja ditegur (polisi),” katanya.

Menurut pantauan di lapangan, yang mengatur laju lalulintas di titik kemacetan dilakukan oleh sejumlah juru parkir, dan tidak sedikit pengendara yang tidak menggunakan masker.

Sementara Kasatlantas Polres Karawang AKP M Bima Gunawan Jauharie mengatakan, selama PSBB diterapkan di Kabupaten Karawang, pengendara yang tidak menggunakan masker sebanyak 549 orang, tidak menggunakan sarung tangan 1.361 orang, suhu di atas normal 11 orang, tidak menggunakan helm 326 orang. “Sedangkan yang duduk di samping sopir sebanyak 209 penumpang,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Dia melanjutkan, penumpang yang tidak jaga jarak sebanyak 119 orang, pengendara yang diberi teguran lisan sebanyak 573 orang. “Blanko atau teguran tertulis diberikan ke lima pengendara,” tulisnya.

Sementara jumlah kendaraan yang diputarbalikkan untuk roda dua sebanyak 299 motor, kendaraan roda empat 254 unit, dan roda enam 41 unit. “Jumlah seluruh kendaraan yang diputarbalikan ada 594 orang,” tuturnya. (mra/nce)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *