Kantor Dinas Terendam, Pelayanan Publik Terganggu

MASIH TERENDAM: Halaman kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang di By Pass Tanjungpura, masih terendam, Senin (22/2). Hal serupa juga terjadi di Dinas Pertanian, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Komisi Pemilihan Umum Karawang, Kantor Camat Karawang Barat.

KARAWANG, RAKA – Banjir yang terjadi pada tahun ini tidak hanya merendam ribuan rumah di Karawang. Air dari luapan Sungai Citarum juga merendam beberapa kantor pemerintahan di wilayah Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat.

Diantaranya Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Pertanian, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang, Kantor Camat Karawang Barat. Pantauan Radar Karawang, hingga Senin (22/2) di beberapa halaman kantor dinas masih terlihat genangan air cukup tinggi. Bahkan air juga masuk ke dalam kantor sehingga beberapa berkas dan arsip kantor terkena banjir. Hal ini membuat aktivitas pelayanan publik terganggu. Untuk sementara, para pegawai tidak bisa melaksanakan aktivitas di kantor.
“Untuk sementara (pegawai) kerja di rumah dulu,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Hanafi kepada Radar Karawang.

Senada dikatakan Staf Administrasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Denden Zakaria. Kondisi kantor masih acak-acakan lantaran terkena banjir. Sehingga aktivitas terkendala. Pegawai yang datang ke kantor pun hanya sebagian saja. Itupun untuk membersihkan dan merapihkan kembali beberapa ruang kerja.
“Ya untuk sementara paling dipiket dulu bergantian untuk membersihkan kantor. Sisanya WFH (bekerja di rumah),” ucapnya.

Ia melanjutkan, akibat banjir beberapa arsip di dinas tersebut terendam. Untuk itu, dia bersama para pegawai lain langsung melakukan evakuasi terhadap berkas penting dan langsung membersihkan kembali kantor.
“Arsip yang baru masuk tahun 2021 aman. Berkas lama yang kena banjir,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, puluhan buku yang masih tersimpan di kantor juga ikut terendam. “Buku hibah juga terendam,” ucapnya.

Penjaga Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Deden Suparman mengatakan, air yang datang sejak Sabtu (21/2) malam itu masuk ke kantor dengan ketinggian mencapai 30 cm. Di halaman kantor dan jalan terjadi banjir dengan ketinggian air 50 sampai 70 cm.
“Datang air dari hari malam Minggu. Jalan juga tinggi gak bisa dilewati,” ucapnya.

Kondisi banjir juga terjadi di halaman kantor KPU Karawang. Di bagian depan kantor genangan air juga cukup tinggi. Kendaraan yang terparkir juga setengahnya terendam. Namun karena bangunan kantor juga tinggi, air tidak sampai masuk ke kantor.
“Berkas-berkas dan arsip aman. Karena banjir tidak sampai masuk kantor.

Kantor KPU Karawang juga dijadikan tempat pengungsian oleh warga sekitar,” ujar Ketua KPU Karawang Miftah Farid.
Namun untuk DLHK Karawang, tidak diberlakukan WFH atau sistem kerja dari rumah. Para pegawai tetap bekerja seperti biasa, walaupun kondisi kantor tanpa listrik.
“Kita tetap ngantor. Tapi listrik mati,” kata Sekretaris DLHK Karawang Rosmalia. (nce)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka