Kenalkan Permainan Tradisional pada Anak

CONGKLAK: Anak-anak di Desa Cikampek Barat diajak bermain congklak.

CIKAMPEK, RAKA– Kemajuan teknologi membuat permainan tradisional semakin ditinggalkan, anak-anak lebih senang bermain dengan gadget. Untuk menumbuhkan lagi kecintaan terhadap permainan tradisional, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta memperkenalkan sejumlah permainan tradisional pada anak-anak di Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek.
Salah seorang mahasiswa UPI Kampus Purwakarta Ferica Edithya Damayanti mengatakan, selain memperkenalkan serta melestarikan Kebudayaan Sunda yang mulai pudar di era kemajuan teknologi, hal ini juga dapat mengatasi dampak interaksi sosial yang terjadi pada anak-anak khususnya di Desa Cikampek Barat. “Beberapa kaulinan yang dikenalkan kepada anak-anak di Desa Cikampek Barat diantaranya permainan congklak, bekel, dan engkle,” katanya.
Langkah kecil ini dapat memberikan dampak yang begitu besar bagi perkembangan anak-anak di Desa Cikampek Barat, terutama dalam melatih sosialisasi anak terhadap sekitarnya. “Anak pun terlihat sangat gembira dengan dikenalkannya Kaulinan Barudak Sunda,” paparnya.
Menurutnya, saat ini anak lebih banyak bermain dengan gadget ketimbang permainan tradisional. Padahal, terdapat risiko buruk yang ditimbulkan dalam penggunaan gawai yang berlebihan pada anak, diantaranya bagi perkembangan sosial serta emosional anak. Dampak buruk dari penggunaan gawai bagi anak antara lain, anak menjadi pribadi yang tertutup, gangguan tidur, suka menyendiri, pudarnya kreativitas, perilaku kekerasan, ancaman cyberbullying, bahkan dapat mengecam kesehatan anak. “Salah satu dampak yang paling umum dari penggunaan gawai pada anak-anak yaitu interaksi sosial yang mengalami gangguan,” paparnya.
Hanya saja, selain dampak negatif, penggunaan gadget juga memiliki dampak positif. Misalnya, membantu untuk meningkatkan keterampilan kognitif, melatih keterampilan motorik halus anak, serta koordinasi tangan-mata pada anak. “Anak-anak juga dapat mengenal banyak hal baru serta mengenal budaya luar yang berbeda melalui jaringan internet,” tuturnya. (pjs)

Tinggalkan Balasan