Klaster Pesantren Muncul Lagi

KLASTER PESANTREN: Suasana di Pondok Pesantren Al I’tishom tidak banyak kegiatan, Kamis (15/10). Sejumlah petugas medis berada di lingkungan pesantren untuk lakukan pemeriksaan kesehatan. Sementara santri yang ada memberikan motivasi pada santri lainnya yang positif Covid-19.

26 Santri Al I’tishom Positif Covid-19

KARAWANG, RAKA – Setelah pondok pesantren di Telukjambe Timur, klaster pesantren kembali muncul dalam penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karawang. Kali ini terjadi di Pesantren Al-I’tishom, Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur. Sampai Rabu (14/10) malam, tercatat 26 santri putri di pesantren tersebut terkonfirmasi positif corona dan mesti dirawat di RSUD Karawang.

Perwakilan pengelola pesantren Dedi Rahmansyah awal mula banyak santrinya yang positif corona berawal saat salah satu santri berinisial N mereka memiliki sakit bawaan pada jantungnya. Pekan lalu ia mesti melakukan kontrol rutin namun terlebih dahulu melakukan tes rapid dan tes swab. Hasilnya ia dinyatakan positif Covid-19, dari situ pihak pesantren berinisiatif melakukan tes rapid mandiri kepada semua santri putri pada Minggu (11/10). “Berdasarkan dari hasil rapid itu puskesmas melakukan swab,” ucapnya, Kamis (15/10).

Kepala Puskesmas Adiarsa drg. Veronica Maulana menuturkan, pihaknya menerima informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang tentang adanya santri Al I’tishom yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Senin (12/10). Pagi itu juga ia langsung datang ke lokasi pesantren, beruntung pihak pesantren sangat kooperatif. “Kita diterima dengan baik sama pimpinan yayasan, mereka menceritakan semuanya bahkan hari Minggu mereka sampai beli rapid, kelebihannya kenapa kami cepat bergerak karena kami sudah mendapatkan data (hasil rapid),” paparnya.

Hasil rapid tersebut kemudian dipilah dan didapati kontak erat (KE) reaktif 31 orang, KE non-reaktif 18 orang, tidak KE namun reaktif 27 orang, bergejala reaktif 12 orang. Berdasarkan rekomendasi Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang dan menimbang tenaga medis di Puskesmas Adiarsa, maka dilakukan tes swab secara berturut-turut sejak Selasa hingga Rabu kemarin terhadap pasien santri KE reaktif dan bergejala reaktif. “Dari 43 orang (yang dites swab), yang positif 26 orang,” terangnya.

Kamis siang kemarin pihaknya kembali melakukan tes swab terhadap sisa santri lainnya termasuk juga para ustazah. Hasil tes swab terhadap 60 orang pagi kemarin masih dalam uji laboratorium dan belum keluar hasilnya. Pihak puskesmas sedikit terkendala dengan perlunya data kartu keluarga untuk kepentingan sampel pasien di bawah umur, tidak semua orang tua santri meresponnya dengan cepat. Namun kendala ini akhirnya bisa ditangani.

Vero melanjutkan, saat ini pihaknya masih fokus menangani penyebaran corona di pesantren tersebut. Selanjutnya Puskesmas Adiarsa akan melakukan edukasi terhadap sejumlah pesantren di wilayah kerjanya. “Ini harusnya menjadi evaluasi semua, jangan sampai hanya menyalahkan pihak pesantren atau Dinas Kesehatan atau puskesmas, tapi justru (menjadi pelajaran) sedemikian cepatnya penularan Covid-19 di tempat yang memang tempat anak-anak berkumpul,” ucapnya.

Mengenai awal penyebaran Covid -19 tersebut dikatakan Vero bahwa belum tentu N menjadi penular pertama. Sebab bisa jadi N sendiri tertular di lingkungan pesantren. Sebab, meskipun para santri terisolir di pesantren dan minim melakukan kontak dengan masyarakat sekitar, masih ada celah lainnya yakni ustadzah atau pengurus kantin yang tinggal di luar pesantren.

Semua santri putri yang tengah menunggu hasil swab tengah melakukan karantina mandiri terpisah dari santri lainnya. Mereka yang negatif corona pun mesti melakukan isolasi mandiri selama 14 hari kedepan. Adapun santri putra dan ustadz sejauh ini belum dilakukan tes mengingat merekan tinggal di tempat terpisah dengan keputrian dan tidak membaur.

Sementara itu Camat Karawang Timur Eli Laeli Komala melihat, pesantren sebetulnya telah melaksanakan protokol kesehatan. Penanganan seperti disinfektasi dilakukan serta tes swab sebab dikhawatirkan masih ada yang terpapapr corona. Ia mengimbau pihak pesantren tidak memulangkan dulu para santri dan mengistirahatkan kegiatan mereka sementara waktu sampai dinyatakan aman oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Karawang. (din)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *