Korban Tewas Keracunan Bertambah

BERDUKA: Keluarga korban keracunan yang baru meninggal berkumpul di rumah duka. Hingga Rabu (8/9) kemarin, sudah ada tiga orang meninggal karena diduga keracunan makanan.

Hasil Pemeriksaan Puslabfor Belum Keluar

KARAWANG, RAKA – Petaka nasi kotak dari kegiatan pengajian muharaman di Majelis Taklim Nurul Huda, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru terus bertambah. Korban meninggal dunia yang diduga keracunan dari nasi kotak tersebut bertambah satu orang. Kali ini, Wanah (87) seorang lansia dari Kampung Baru Timur, Desa Cikampek Utara dinyatakan meninggal dunia di rumahnya pada Rabu (8/9) dini hari. Wanah merupakan salah satu korban keracunan masal yang terjadi pada Sabtu lalu. “Iya ada satu orang lagi meninggal dunia usia 87 tahun. Datanya di sekdes. Jumlah meninggal dunia jadi 3 orang,” ujar Kepala Desa Cikampek Utara Umar, membenarkan.

Cucu korban warga Dusun Kampung Baru Timur Widaningsih mengatakan, Kamis lalu neneknya membawa dua nasi kotak dari pengajian, kemudian empat orang keluarganya memakan nasi kotak tersebut. “Yang makan itu nenek saya, buyut saya, saudara saya sama bibi saya,” ucapnya, kepada Radar Karawang, Rabu (8/9).

Ia menambahkan, setelah beberapa jam reaksi sakit perut dirasakan oleh neneknya yang bernama Nurbaeti (58), kemudian reaksi dirasakan oleh tiga keluarganya yang saling bersusulan. “Jadi tidak bareng kerasanya, pertama nenek, terus yang lainnya menyusul,” tambahnya.

Widaningsih mengaku, buyutnya yang bernama Wanah tahun meninggal karena di rumah dan memaksa untuk meminta pulang dari rumah sakit. “Pulang dari rumah sakit pada Selasa sore dan dinyatakan meninggal hari Rabu pukul 12.30,” akunya.
Sekretaris Desa Cikampek Utara Bayu Rahayu mengatakan, sebelumnya Wanah sempat mendapat perawatan secara intensif di Puskesmas Kotabaru dan di Rumah Sakit (RS) Izza Cikampek. Saat dirawat di Puskesmas Kotabaru kondisinya sudah membaik sehingga keluarganya meminta izin untuk pulang. Setelah pulang ke rumah, kondisi korban malah semakin tidak membaik dan kemudian dibawa ke RS Izza Cikampek. Pada saat dirawat di RS Izza, kondisinya kembali membaik lalu meminta pulang ke rumah. “Namun setelah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah baik, tetapi pas sudah di rumah kondisinya kritis lagi hingga korban menghembuskan nafas terakhirnya di rumah pada Rabu dini hari tadi,” paparnya.

Terpisah Kepala Puskesmas Cikampek Utara dr. Nenden Marlina juga membenarkan bahwa ada penambahan korban meninggal dunia akibat dugaan keracunan tersebut. Korban merupakan salah satu warga yang sebelumnya menjalani perawatan di RS Izza karena dugaan keracunan dari konsumsi kegiatan pengajian muharaman. “Iya betul tadi malam ada lagi satu orang. Sudah lansia. Meninggal di rumahnya karena saat dirawat meminta pulang,” ungkap Nenden melalui sambungan telepon.

Selain korban yang meninggal dunia, kata dia, ada juga penambahan korban yang mengeluhkan sakit dengan gejala yang sama. Sehingga sampai hari kemarin jumlah korban dugaan keracunan masal yang tercatat sebanyak 87 orang. Beberapa orang sudah masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit dan sebagian lainnya sudah pulang.
“Di Puskesmas Kotabaru 2 orang lagi, di Helsa 2 orang, dan di Izza saya belum tahu saat ini berapa orang lagi karena belum mendapatkan datanya dari rumah sakit,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Oliestha Ageng Wicaksana mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel darah dan urine yang dikirim ke Puslabfor Mabes Polri. “Sementara hasilnya belum keluar menurut puslabfor,” tulisnya melalui pesan singkat. (nce/mal)