Kualitas Udara Karawang Buruk

ANTISIPASI ABU VULKANIK DAN ASAP

KARAWANG, RAKA – Kabar buruk bagi masyarakat yang tinggal di Karawang Barat dan Karawang Timur. Pasalnya, kualitas udara di Karawang kota dalan kategori tidak sehat. Itu terlihat dari Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Selasa (11/9) pukul 15.00 WIB, disebutkan jika nilai ISPU di Karawang 101. Meski disebutkan berkategori sedang, namun dalam rentang ISPU dijelaskan nilai 101 masuk dalam kategori tidak sehat. Penjelasannya, tingkat kualitas udara bersifat merugikan pada manusia atau kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan atau nilai estetika.

Melihat kondisi seperti itu, maka wajar jika Fitri Harwati, Kepala Subdirektorat Pengendali Pencemaran Udara Sumber Tidak Bergerak, Kementerian Lingkungan Hidup, mengatakan, kualitas udara harian di Karawang yang dikategorikan baik hanya dua hari. Salah satu penyebab buruknya kualitas udara di salah satu kabupaten di Jawa Barat itu adalah pencemaran udara dan emisi. Dia menuturkan, untuk mengetahui kualitas udara, diperlukan alat indeks standar pencemaran udara atau ISPU. Menurut dia, melalui ISPU, masyarakat bisa mengetahui parameter udara yang kritis. Meski begitu, di Karawang kota hanya ada alat ISPU yaitu di dekat bundaran Mal Karawang namun sudah tidak berfungsi.

Kepala Puskesmas Karangpawitan Kenalin Intan Poppy menyampaikan, penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) selalu paling tertinggi, karena penyakit itu menular yang diakibatkan polusi atau debu yang masuk ke pernafasan. “Penyakit ISPA yang kian merajalela itu harus dapat diminimalkan dengan cara merubah perilaku hidup,” papar Poppy.

Dilanjutkan Poppy, selain ISPA penyakit lainya yang kerap melanda masyarakat yaitu dyspepsia atau maag. Penyakit tersebut biasanya diakibatkan kurang baiknya pola hidup seseorang yang terkadang selalu menunda-nunda waktu makan. “Cara kita meminimalkan hal itu biasanya sosialisasi kepada masyarakat di setiap pertemuan, bisa di minggon atau posyandu,” paparnya.

Berdasarkan hasil laporan bulanan 50 puskesmas di Karawang, ternyata peringkat pertama dari 10 penyakit terbesar yang dikeluhkan masyarakat adalah Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Hal sama juga terjadi di RSUD Karawang. Humas RSUD Karawang Ruhimin menuturkan, jika melihat dari data rekapitulasi yang ada, angka pasien penyakit paru-paru sangat tinggi setiap tahunnya. “Penyakit paru memang tinggi,” ujarnya.

Ia merinci, pada tahun 2010 ada 8.435 pasien, lalu meningkat di 2011 ada 9.715 pasien, lalu tahun 2012 ada 9.532 pasien dan tahun 2013 ada 9.529 pasien. “Untuk tahun 2014 ada 8.339 pasien penderita penyakit paru-paru. Jika dirata-ratakan, tiap harinya ada sekitar 35 pasien penderita paru-paru datang ke RSUD Karawang,” ungkapnya. (psn/apk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here