Langi Dapat Hadiah Sepeda Baru

PAKAI SEPEDA: Langi berangkat dan pulang dari sekolah menggunakan sepeda.

KARAWANG, RAKA – Dari Kebanyakan siswa SMA Negeri 6 Karawang diantar jemput saat sekolah, namun disamping itu terdapat salah satu siswa perempuan yang tanpa rasa malu menggunakan sepeda ke sekolah. Seperti yang dialami Langi Saparini, siswi kelas 11 IPS IV SMA Negeri 6 Karawang tanpa putus semangat mengayuh sepeda sekitar empat kilometer menuju sekolahnya. Sepeda yang digunakannya pun sudah banyak yang rusak seperti ban, dan bahkan tanpa ada rem. Meski begitu dia tidak memiliki rasa khawatir, lantaran sudah terbiasa berangkat sekolah menggunakan sepeda sejak duduk di bangku SMP. “Udah biasa pakai sepeda dari SMP, soalnya bapak gak bisa bawa motor,” kata Langi, saat ditemui di ruang Komite SMA Negeri 6 Karawang, Kamis (25/11).

Langi mengaku, setiap mau berngakat sekolah dirinya sudah mempersiapkan dari pukul 05:30 WIB, dan mulai berangkat dari rumah pukul 06:00 WIB. Hal itu dilakukan agar tidak terlambat masuk kelas. Kata dia, perjalanan dari rumah ke sekolahnya kurang lebih membutuhkan waktu setengah jam. “Berngakat dari rumah jam enam, soalnya kalau berangkat lebih dari jam segitu takut kesiangan,” katanya, sambil meneteskan air mata.

Langi menceritakan saat ini dirinya tengah fokus menghabiskan waktu untuk belajar di sekolah maupun di rumah, berbeda dengan waktu duduk di bangku SMP, saat itu dia sekolah sambil berjualan gorengan. Kemudian sejak SMA ini juga dia tidak hanya belajar di kelas, melainkan mengikuti ekstrakurikuler angklung. “Kalau lagi ada latihan angklung, pulang ke rumah bisa setengah empat sampai setengah lima sore,” kata Langi warga Lubangjaya, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat ini.

Pada momentum Hari Guru Nasional, Langi mendapat kejutan sepeda baru dari sekolah melalui Komite SMA Negeri 6 Karawang. Sepeda baru itu langsung diantarkan oleh pihak sekolah ke rumahnya. Ketua Komite SMA Negeri 6 Karawang Tarya Sukmana mengatakan bahwa sepeda yang diberikan tersebut sebagai ungkapan apresiasi atas semangatnya untuk tetap sekolah walaupun harus berngakat dengan menggunakan sepeda. Tarya juga mengaku sudah lama memperhatikan keseharian Langi saat sesampainya di sekolah dengan memakai sepeda. “Sebetulnya saya sering memperhatikannya, ternyata dia sangat disiplin datang tepat waktu walaupun pakai sepeda,” ujarnya.

Tarya menambahkan, di samping banyak anak yang putus sekolah dengan alasan biaya dan minder, tapi berbeda dengan Langi yang terus mengenyam pendidikan walaupun harus bercucuran keringat untuk sampai ke tempat sekolah. “Ini bisa menjadi motivasi bagi siswa lainnya, agar tetap semangat untuk sekolah,” pungkasnya. (mra)