Layani Pelanggan Sebaik Mungkin

CERIA: Para karyawan Rumah Makan Cibiuk tampak ceria. Mereka selalu memberikan yang terbaik untuk para pelanggan.

KARAWANG, RAKA – Menyantap makanan di rumah makan bukan hanya perihal menikmati masakan yang disajikan, melainkan juga pelayanan yang diberikan. Istilah tamu adalah raja nampaknya sangat dijunjung oleh berbagai pengelola rumah makan, tak terkecuali di Rumah Makan Cibiuk Karawang. Sejumlah karyawan di rumah makan ini berbagi cerita tentang pekerjaan mereka melayani konsumen.

Anita Fitria (19) yang berposisi sebagai greter menyampaikan tugasnya adalah menyambut setiap konsumen yang datang dengan seramah mungkin. Baginya greater menjadi wajah rumah makan dimana kesan pertama konsumen tergantung bagaimana cara greater melayani. Tugas selanjutnya adalah mengantar para konsumen menuju meja, agar mereka tidak bingung meja mana yang masih bisa ditempati. “Kalau dalam restoran harus ada yang mengarahkan tempat dimana-dimananya,” ucapnya.

Saat akhir pekan seorang greater harus benar-benar jeli, sebab pengunjung cenderung lebih banyak. Mereka harus memastikan para pengunjung dilayani sebaik mungkin. Sebagai greater, Anita juga harus memperhatikan penampilannya agar membuat pengunjung lebih nyaman, terutama tetap ramah selama bekerja. Selama pandemi corona ini tugasnya bertambah yakni memastikan pengunjung mengikuti protokol kesehatan. “Mengarahkan untuk cuci tangan, cek suhu tubuh juga, kalau ada yang gak mau cuci tangan ya kita kasih hand sanitizer,” tuturnya.

Gadis cantik yang akrab disapa Nita ini bersyukur selama tiga tahun bekerja lingkungannya sangat bersahabat. Menurutnya teman-teman kerja di Rumah Makan Cibiuk Karawang seru, bahkan layaknya telah menjadi keluarga. Di sela-sela kesibukan saat ada waktu senggang tak ayal selalu diisi dengan guraun, saling curhat atau sekadar foto bersama.

Arif Maulana (21) saat ini bertugas sebagai waiter, sebelumnya ia juga sempat bertugas di pantry. Ia menuturkan tugas waiter juga kerap mengantarkan pengunjung ke mejanya, untuk selanjutnya mengantarkan minuman sambutan bagi mereka. Mencatat pesanan tentunya adalah tugas seorang waiter, dan mereka jugalah yang harus memastikan bahwa semua pesanan sampai ke meja. “Jadi harus cek ulang pesanan takutnya ada yang belum, kadang kan tamu nunggu, jadi kita yang harus kontrol sudah atau belum, ada tambahan apa tidak,” paparnya.

Hikmah menjadi seorang waiter baginya membentuk mental lebih kuat. Ia bisa belajar berkomunikasi dengan baik dengan banyak yang berbeda karakter. Ia harus menjaga tetap senyum dan ramah kepada siapapun, tak terkecuali saat ia mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pengunjung. Ia menyadari setiap pekerjaan mempunyai resiko tersendiri, begitupun seorang waiter yang terkadang kena omel segelintir pengunjung. “Waiter itu jangan baperan, yang seperti itu anggap angin lalu saja jangan dimasukan ke hati, tapi jadikan pelajaran,” ujarnya.

Sementara itu, Yeti Setiawati (23) sudah tiga tahun bekerja di Rumah Makan Cibiuk sebagai petugas pantry. Tugasnya membuat berbagai desert maupun minuman seperti jus, kopi, teh dan lain sebagainya. Ia harus bisa memastikan kualitas bahan yang bagus untuk membuat produk yang juga berkualitas. “Banyak belajar juga, dari minuman yang tadinya gak tahu sekarang jadi tahu,” ceritanya.

Bekerja sebagai petugas pantry mesti gesit sebab jika durasi terlalu lama khawatir pengunjung tidak puas. Ia mengaku kerap deg-degan saat sedang banyak pesanan, namun ia selalu mencoba menenangkan diri dan fokus. Yeti sadar bahwa sesuatu hal yang dikerjakan asal akan membuat kacau, padahal ia ingin memberikan yang terbaik untuk pengunjung. “Sesama karyawan kita juga saling menolong, kalau ada kerjaan yang tidak bisa dibereskan sendiri suka bantuin, apalagi kalau lagi bete suka diajak bercanda biar gak dibawa terus betenya, disini baik-baik, pada solid,” pungkasnya. (din)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *