Pasien Corona Tersisa 25 Orang

Delapan Isolasi Mandiri

KARAWANG, RAKA – Kabar baik datang dari bilik perawatan pasien corona di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Karawang. Jumlah orang yang terpapar virus Covid-19 terus menurun. Data yang diperoleh Radar Karawang pukul 20.47 WIB, Minggu (19/9), tercatat pasien corona yang dirawat di rumah sakit tinggal 25 orang lagi. Rinciannya, satu orang warga Ciampel, dua orang warga Cikampek, tiga orang warga Jatisari, empat orang warga Karawang Barat, dua orang warga Karawang Timur, dua orang warga Klari, satu orang warga Majalaya, dua orang warga Pedes, satu orang warga Rawamerta, dua orang warga Rengasdengklok, dua orang warga Telagasari, dua orang warga Telukjambe Barat, satu orang warga Telukjambe Timur.

Sedangkan yang diisolasi mandiri tersisa delapan orang. Rinciannya, satu orang warga Cikampek, satu orang warga Karawang Barat, satu orang warga Karawang Timur, satu orang warga Klari, tiga orang warga Purwasari, satu orang warga Telukjambe Timur.
Andi Jayandi (41) warga Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, mengaku 24 hari dirawat di Rumah Sakit Paru Jatisari saat divonis terpapar corona. Saat hari-hari pertamanya di rumah sakit, Andi mengalami stres. Pikiran negatif bahwa pasien positif corona indentik dengan kematian melekat di kepalanya. Bahkan ia sempat mengalami hipertensi karena beban pikiran. “Tapi keluarga, kerabat, dan rekan-rekan kerjanya selalu menyemangati dan meyakinkan bahwa banyak pasien positif corona yang bisa sembuh. Alhamdulillah bisa sembuh,” ungkapnya kepada Radar Karawang.

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang Fitra Hergyana mengatakan, keberhasilan Karawang menekan penyebaran corona, dan hingga saat ini masuk dalam PPKM level 2, berkat kerja keras semua sektor yang berjibaku melawan Covid-19. Fitra mengatakan, angka kesembuhan saat ini telah mencapai 96 persen. Sementara, Bed Occupancy Rated (BOR) hanya 5,67 persen saja. “Percepatan vaksinasi di Jawa Barat kita ada di peringkat ke lima. Terima kasih semua yang sudah bekerja keras, terutama para nakes, tim satgas Covid dan juga masyarakat. Alhamdulillah kita di zona kuning,” ujar Fitra.
Namun, Fitra berujar, meskipun sudah berstatus PPKM level II, tetapi masyarakat diimbau agar tidak lengah dan tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan, masih banyak warga yang tidak percaya dengan Covid-19 sehingga abai terhadap protokol kesehatan. Ulama bisa menjadi panutan bagi umat Islam dalam memerangi Covid-19, terus membimbing masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, serta mensosialisasikan pentingnya program vaksinasi untuk membangun kekebalan komunal. Kedua hal tersebut merupakan wujud ikhtiar pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. “Saya harap ulama bisa menjembatani komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Ulama harus turut serta mengedukasi umat agar selalu disiplin dalam menghadapi ancaman Covid -19,” katanya. (nce/psn)