Pejuang Kemerdekaan Butuh Perhatian

Kaim, pejuang kemerdekaan

KARAWANG, RAKA – Menjelang hari Kemerdekaan Indonesia selalu identik dengan mengingat masa perjuangan. Salah satu hal yang identik dengan perjuangan yakni pahlawan. Namun terdapat satu veteran yang pernah ikut turun ke medan perang di masa penjajahan Jepang saat ini hidup dalam garis kemiskinan. Ia tidak memperoleh uang masa tua ataupun bantuan dari pemerintah.
“Dulu saya bawa senjata di masa Jepang. Ngebela rakyat sampai tidak tidur, setiap malam jaga. Gak ada uang apapun dari pemerintah dari dulu sampai sekarang,” ujar Kaim, yang mengaku pernah bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) asal Desa Mulangsari, Kecamatan Pangkalan, Selasa (3/8).

Saat ini ia tinggal di Desa Mulangsari, Dusun Bakan Cigeuntis. Dahulu ia tinggal di tengah hutan bersama istri. Di masa tua pun ia pernah mengalami penipuan. Ada salah satu oknum yang mengambil kartu identitas, surat keterangan veteran, baju tentara yang ia miliki hingga senjata pun diambil. Seluruh barang yang diambil menggunakan modus ingin membantu mencari dana bantuan, namun hingga sekarang tidak ada uang yang diterima. “Surat-surat sekarang udah gak ada karena dibawa kabur sama orang, saya sudah mengikhlas semua yang telah dibawa,” ungkapnya.

Setelah tidak lagi menjadi tentara, ia bekerja sebagai gembala domba, meskipun kondisi fisiknya tidak sekuat dulu. Ada dua domba yang masih ia miliki. Ia pernah memiliki 16 domba, namun sudah di jual kepada mantan kepala desa. Penjualan tersebut pun dilakukan secara paksa dan diberikan harga rendah. “Sekarang cuma angon dua domba aja, tadinya ada 16 ekor tapi udah dijual,” tambahnya.

Ia mengungkapkan bahwa memiliki harapan agar pemerintah dapat memberikan bantuan. Bantuan yang diinginkan yakni dana jaminan masa tua. “Gak minta yang banyak, cuma mau agar ada uang pensiunan dan pemerintah lebih memperhatikan seluruh veteran di Karawang ini,” pungkasnya. (nad)