Pelanggan IndiHome Karawang Naik 100 Persen

CALON PELANGGAN: Petugas keamanan Plasa Telkom Karawang sedang melayani calon pelanggan, kemarin.

KARAWANG, RAKA – Pandemi corona memaksa masyarakat untuk berdiam diri di rumah guna menghindari penularan virus. Berbagai aktivitas pun dilakukan di rumah mulai dari bekerja, belajar, atau sekadar mencari hiburan. Kondisi ini nampaknya berpengaruh pada penggunaan internet tak terkecuali di Karawang.

PT Telkom Witel Karawang, sebagai penyedia layanan internet berplat merah tidak memungkiri hal tersebut, termasuk meningkatnya pelanggan baru salah satu produk mereka yakni IndiHome. Hal ini selain dipengaruhi anjuran untuk berdiam diri di rumah, juga keperluan masyarakat untuk mengakses pendidikan bagi anaknya. Pembelajaran secara daring tentunya menjadi satu-satunya jalan untuk tetap belajar di rumah. “Sekarang ada lagi faktor yang baru, (pemblokiran) Netflix sudah dibuka,” ungkap General Manager PT Telkom Witel Karawang Sonny Hidayat kepada Radar Karawang, Rabu (8/7).

Sonny menyampaikan, lonjakan pelanggan baru IndiHome mulai terasa sejak Februari. Sampai bulan Juli ini jumlah pelanggan baru masih menunjukan kenaikan dengan rata-rata 4000 pelanggan baru setiap bulannya. Jumlah tersebut dua kali lipat lebih tinggi ketimbang sebelum pandemi yang hanya sekitar 1000 sampai 2000 pelanggan baru per bulan. Kenaikan pelanggan baru ini dikatakannya mencapai titik puncak pada bulan Mei. “Sekarang tuh masih tinggi, jangan-jangan bulan sekarang turun tapi bisa jadi bulan depan naik lagi,” tuturnya.

Meningkatnya konsumsi internet tentunya berdampak pada borosnya bandwidth. Trafik paket data per detiknya tentu meningkat seiring tingginya penggunaan internet yang bukan saja sekadar browsing, tapi juga kebutuhan dengan penggunaan data lebih besar seperti video meeting. Namun hal ini tidak menjadi kendala, sebab Telkom memiliki kapasitas bandwidth yang besar. “Selama pandemi ini kita juga ada program paket Learning From Home (LFH) dengan harga khusus plus bonus akses aplikasi IndiHome Study,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, layanan mereka telah menjangkau semua kecamatan di Karawang. Meski demikian tidak dipungkiri di lapangan terdapat sejumlah kendala, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur. Tak jarang izin maupun persyaratan dari pemerintah lingkungan setempat cukup mempersulit perluasan infrastruktur jaringan, itulah sebab adanya calon konsumen tidak dapat dilayani. Padahal pembangunan infrastruktur jaringan itu sendiri sebagai upaya pemenuhan kebutuhan akses internet masyarakat.

Kendala lainnya adalah adanya pelanggan nakal yang berbagi layanan secara ilegal. Biasanya mereka memasang antena sebagai perangkat tambahan untuk memancarkan layanan internet. Pelanggan tersebut kemudian mengambil keuntungan dengan menjadi provider ilegal, yang biasanya mematok harga dengan lebih murah kepada masyarakat. Hal ini tentunya merugikan pelanggan Telkom yang juga menjadi provider secara resmi. Kasus seperti ini dapat terdeteksi, layanan internet akan diputus dan pelaku dapat diproses hukum.

Di masa pandemi ini, Telkom juga turut serta mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan protokol kesehatan. Lebih dari itu, sementara waktu pelayanan di Plasa Telkom dibatasi untuk mencegah kerumunan massa. Pelanggan yang datang akan terlebih dahulu dibantu oleh petugas keamanan melalui perangkat pelayanan yang disediakan, namun jika benar-benar belum cukup terlayani, baru akan ditangani oleh customer service di dalam ruangan. Pelanggan juga disarankan untuk memanfaatkan aplikasi My IndiHome untuk berbagai keperluan terkait layanan. (din)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *