Pembinaan Lingkungan Perkotaan Idealnya Mengacu ke Pedesaan

KARAWANG, RAKA – Mengembangkan penyerasian keseimbangan antara daya dukung lingkungan dengan jumlah penduduk dinilai langkah tepat yang harus ditempuh. Hal itu dianggap guna menghindari proses perusakan sumberdaya alam dan lingkungan hidup di wilayah perkotaan.

Hal itu diungkapkan Pemerhati Masalah Lingkungan Tarsoen Wuryono, beberapa waktu lalu, dalam surat elektroniknya. Dia menilai pertumbuhan penduduk yang pesat, dan bentuk-bentuk permukiman yang tidak teratur, menjadikan salah satu faktor rendahnya daya dukung lingkungan pusat-pusat kegiatan kota.

Dikatakan Tarsoen, pertumbuhan pusat-pusat kegiatan kota pada umumnya diikuti dengan urbanisasi dan umumnya mereka adalah yang tidak memiliki perkerjaan. Oleh sebab itu tekanan berat bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, adalah penyediaan lapangan kerja, fasilitas pelayanan umum dan pengaturan tata ruang secara lugas dan ramah terhadap lingkungan.

“Pembinaan lingkungan di Kabupaten Karawang, idealnya harus kembali dari lingkungan pedesaan, dan menumbuhkan swadaya masyarakat untuk membina permukiman sehat, memperhatikan adat, tradisi, dan pandangan-pandangan hidup masyarakat,” ucap Tarsoen.

Sementara bentuk permukiman yang berimbang antara hijauan privat dengan bangunan, pada hakekatnya mencerminkan karakteristik wilayah Kabupaten Karawang tempo dulu, dan dicirikan oleh lingkungan sosial yang membaur dengan alam petani padi sawah. Dengan demikian, arah kebijakan permukiman yang membaur dengan lingkungan alam, pada akhirnya diharapkan mampu mendorong laju pertumbuhan perekonomian regional yang serasi, dan mampu membina interaksi sosial yang dapat memperkaya mutu kehidupan yang lebih hakiki. Hal tersebut menjadi penting mengingat bahwa Kabupaten Karawang menyandang gelar sebagai lubung padi nasional. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here