Pemdes Gintungkerja Rayakan Hari Jadi ke-43

MERIAHKAN HUT: Sejumlah anak-anak tampil dihadapan warga saat memeriahkan acara HUT Desa Gintungkerja ke-34. Ini merupakan kegiatan gebyar HUT pertama sejak M Tabrani memimpin Desa Gintungkerta.

KLARI, RAKA – Pemerintah Desa Gintungkerta merajut silaturahmi dengan pemerintah desa terdahulu, hal itu dilakukan untuk merajut silaturahmi dan memperingati HUT Gintungkerta yang ke 43 Tahun.
Kepala Desa Gintungkerta M Tabrani mengatakan, pada awalnya Gintungkerta merupakan wilayah pemerintahan Desa Anggadita, sejak tahun 1979 Anggadita melepas sebagian wilayahnya yang kini menjadi Desa Gintungkerta. Seiring berjalanya waktu, perkembangan Gintungkerta semakin terlihat. “Disadari atau tidak potensi desa kita ini semakin terlihat, terutama dari kesejahteraan masyarakat,” ucapnya, kepada Radar Karawang, Kamis (29/9).
Ia menambahkan, selama menjabat biasanya HUT Desa Gintungkerta tidak pernah dirayakan karena terhalang Covid-19, namun di tahun ini, ia mengundang pemerintah desa terdahulu untuk berbagi pengalaman bahkan ia juga menyampaikan kepada pemerintah terdahulu bahwa Gintungkerta mampu berkompetisi dari segi prestasi, beberapa tahun lalu, Gintungkerta menjadi juara desa sadar hukum, sampai juara desa siaga. “Disadari atau tidak kita menjadi pelopor untuk perubahan desa kita ini, berbagai lomba kita ikuti dan Alhamdilillah hasilnya memuaskan,” tambahnya.
Selain itu, masih dikatakan Tabrani, mayoritas warga kini sebagai buruh pabrik, melihat UMK Karawang yang cukup tinggi akan menunjang kesejahteraan warga. Bahkan kini ia terus berusaha dan memastikan bahwa warganya dapat bekerja di perusahaan. Untuk menambah kemeriahan pada perayaan HUT desa itu, ia juga menampilkan berbagai penampilan seperti silat dan jaipong dari warga setempat, yang kemudian akan dilanjut dengan pengajian serta doa bersama pada malam hari nanti. “Nanti malam kita dzikir dan doa bersama,” katanya.
Pihaknya berharap, dengan bertambahnya usia Desa Gintungkerta, pemerintah desa bisa lebih memanfaatkan potensi yang ada untuk membangun desa mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan sampai memberdayakan potensi masyarakat. “Yang penting kita tingkatkan lagi kekompakan dengan warga, karena warga menjadi elemen penting dalam membangun suatu daerah,” pungkasnya. (mal)

Tinggalkan Balasan