Perlintasan Warungbambu Segera Dibuka Lagi

BAKAL DIBUKA LAGI: Izin pengelolaan perlintasan kereta api Warungbambu sudah turun.

KARAWANG, RAKA – Perlintasan kereta api di warung bambu akan dibuka kembali. Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian perkeretaapian telah mengizinkan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk mengelola perlintasan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang Arief Bijaksana mengatakan, upaya yang dilakukan untuk membuka kembali perlintasan kereta api di Warungbambu akhirnya mendapatkan hasil. Melalui surat dengan Nomor A.331/K5/DJKA/XI/2019, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementrian Perhubungan telah memberikan izin kepada pemerintah daerah untuk mengelola. “Alhamdulillah perlintasan Warungbambu ini sudah bisa kembali dibuka,” kata Arief kepada Radar Karawang, Jumat (29/11).

Arif menuturkan, izin pengelolaan tersebut sudah ditandatangani oleh Direktur Keselamatan Perkeretaapian pada Kamis (28/11) lalu. “Ya kami sangat lega dan berterimakasih. Suratnya sudah ada,” katanya.
Diteruskannya, langkah yang akan dilakukan Dishub yaitu mempersiapkan sarana dan prasarana untuk membuka pintu lintasan. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan Kepala Daop 1 Jakarta untuk persiapan pos penjagaan dan palang pintu kereta. “Kemudian akan memohon izin bupati untuk menganglat THL sebanyak 9 orang untuk penjaga pintu kereta api,” ucapnya.

Menurutnya, sumberdaya manusia untuk dijadikan sebagai petugas sudah dipersiapkan dan diikutsertakan pelatihan beberapa pekan lalu. Anggaran juga sudah disiapkan dalam APBD Perubahan 2019. “Tentunya sudah bersertifikat. Kami upayakan sebelum tanggal 15 Desember,” ujarnya.

Penutupan perlintasan kereta Warungbambu ini, sebagai dampak terjadinya tabrakan kereta api dengan bus Agra Mas beberapa waktu lalu. Usai kejadian, PT KAI mengambil tindakan tegas dengan menutup pintu rel tersebut. “Saya berharap, perlintasan kereta api ini dibuka lagi. Susah, harus muter-muter setelah adanya penutupan,” kata Yadi, salah seorang warga kepada Radar Karawang beberapa waktu lalu.

Saat ini, lanjutnya, masyarakat menyeberangi perlintasan kereta api melalui gang kecil yang ada tidak jauh dari perlintasan Warungbambu. “Tidak jauh dari sini, sebelah timur ada gang kecil, biasa juga untuk melewati rel kereta. Hanya saja, hanya cukup untuk kendaraan roda dua,” paparnya.

Hal senada dikatakan Novian (35). Dia meminta agar perlintasan kereta api dibuka lagi, karena banyak yang dirugikan. “Untuk keselamatan, berikan pengertian pada pengguna jalan untuk lebih taat aturan. Bangun kesadarannya, supaya taat aturan,” pintanya.(nce)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *