PHE ONWJ Serius Kaji Dampak Ceceran Minyak

EVALUASI DAMPAK CECERAN MINYAK: Tim kajian lingkungan dan PHE ONWJ foto bersama usai memaparkan hasil kajian ceceran minyak di Karawang.

KARAWANG, RAKA – PHE ONWJ menangani cepat ceceran minyak di perairan Karawang, dan kepulauan seribu dari pipa BZZA yang terjadi sejak Kamis (15/4) lalu. Hal tersebut dibuktikan dengan penyetopan aliran pipa untuk menghentikan kebocoran, dan perbaikan langsung dilakukan setelah titik kebocoran ditemukan. PHE ONWJ berkordinasi dan menggandeng stakeholders dalam penanganan ceceran minyak.

General Manager Zona 5 Regional Jawa Subholding Upstream Achmad Agus Miftakhurohman menyampaikan, penanganan yang dilakukan PHE ONWJ berfokus pada pengendalian sumber peristiwa, penanganan tumpahan minyak dan pembersihan, penanganan masyarakat dan lingkungan serta dukungan pemangku kepentingan.

Kasubdit Pemulihan Pertambangan Energi, Minyak dan Gas Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Melda Mardalina menyampaikan, keterlibatan KLHK terjun langsung melihat penanganan dan laporan yang telah disampaikan. “Kondisi lapangan di beberapa wilayah sudah bersih, dan kami harap PHE ONWJ terus dapat bersinergi dengan para stakeholders dalam penanganan linkungan,” jelasnya.

Tidak hanya fokus penanganan tersebut, PHE ONWJ juga sigap melakukan kajian lingkungan awal dampak ceceran minyak. Dalam melakukan kajian lingkungan PHE ONWJ bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), dan dua universitas setempat yaitu Politeknik Perikanan Karawang dan Universitas Singaperbangsa Karawang. Tim ahli dari ketiga universitas ini dipimpin oleh Prof. Dr Ir Hefni Afandi MSc dari PPLH IPB. Hari ini, PHE ONWJ dan Tim Kajian Lingkungan melakukan paparan hasil kajian evaluasi dampak tahap awal dalam rangka menentukan area dan komoponen lingkungan yang terdampak di Kantor Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kebun Nanas Jakarta Pusat (29/4). Tampak hadir pula dalam acara tersebut, perwakilan Direktorat PPKPL KLHK, Senior Manager K3LL SKK Migas Kosario M Kautsar, perwakilan PHE ONWJ, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat dan Kepulauan Seribu. “Dari beberapa pantauan di perairan Karawang menggunakan pengukuran data insitu, sudah tidak ditemukan ceceran minyak baik di permukaan laut maupun di darat,” jelas Ketua Tim Kajian dari IPB Hefni Afandi.

Lanjut Hefni, pihaknya akan lanjutkan verisifikasi lapangan dengan memberangkatkan tim ke Kepuluan Seribu 30 April 2021 untuk kualitas air dan mangrove. “Dilanjutkan di titik Karawang tepatnya sekitar Pakisjaya serta Bekasi,” jelasnya.

Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut KLHK Dida Migfar Ridha menyampaikan, laporan kajian awal dampak lingkungan tersebut harus dibuat secepatnya untuk menentukan tindak lanjut berikutnya. “Kami berharap menerima laporan di minggu kedua bulan Mei untuk kajian ekosistem terdampak dan pembahasan tindak lanjut pada bulan depan,” ujar Dida. (rls)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka