PSK Kota Jualan di Twitter

KARAWANG, RAKA – Wanita pemuas nafsu pria hidung belang di Karawang kota sudah tidak primitif menjual tubuhnya. Mereka juga memanfaatkan teknologi untuk melebarkan pangsa pasar.

Dari pantauan Radar Karawang, rata-rata dalam sehari 15 akun twitter bercuit siap dibooking untuk area Karawang. Istilah yang dipakai para pekerja seks komersil (PSK) dalam prostitusi online ini adalah ”Open BO”. Berasal dari kata ‘Booking Out’, yang berarti pemilik akun bersedia melayani syahwat calon pelanggan sesuai ketentuan. Dengan berjualan melalui akun media sosial, para lelaki hidung belang lebih bebas memilih, sekaligus menjadikan PSK lebih berkelas. Cukup mudah untuk mengakses akun-akun twitter para PSK tersebut. Cukup dengan mencarinya menggunakan kata kunci BO Karawang, atau avail. Biasanya, para penjaja cinta itu menampilkan foto wajah yang tersamar. Namun memperjelas gambar bagian-bagian intim tubuh mereka.

Dalam akun itu juga dibeberkan paket-paket yang ditawarkan. Mulai dari paket chat seks plus 10 foto bugil, chat seks plus 10 foto dan dua video, paket ML atau making love yang berarti berhubungan badan. Beberapa di antara mereka ada juga yang menolak di-booking untuk longtime atau menginap.

Saat dihubungi via pesan pribadi di akun twitternya, Sintia langsung meminta transfer uang Rp200 ribu sebagai tanda keseriusan calon pelanggan. PSK yang mengaku berusia 25 tahun, tinggi badan 150 centimeter, berat badan 45 kilogram, berkulit putih, itu pun tak segan-segan memberi nomor handphone yang dilengkapi aplikasi Whatsapp. Pada aplikasi inilah tawar-menawar harga berlanjut. Dijelaskan Sintia, jika setuju, dia akan menentukan jadwal booking, lengkap dengan alamat hotel di Karawang kota. Dalam paket yang disediakannya, rata-rata termasuk ongkos sewa kamar hotel. Jika sama-sama setuju, maka transaksi pun berlanjut di tempat yang telah ditentukan. “Siap kakak, nanti tunggu di depan lift aku jemput ya,” tulisnya di pesan WA.

Hal serupa juga dilakukan oleh akun twitter OB Krawang 24 jam. Di berandanya langsung tertulis layanan esek-esek yang bisa dipilih oleh calon pelanggan. Dilengkapi dengan testimoni pelanggan. Bukan hanya itu, untuk memudahkan pelanggan memesan layanannya, akun tersebut juga mencantumkan nomor WA yang bisa langsung dihubungi. Bedanya, uang DP lebih murah dibanding Sintia, yaitu Rp150 ribu. Jika sudah menunjukan bukti transfer, maka si pelanggan bisa melanjutkan pertemuan ke hotel yang sudah disepakati.

Kasi Dal Ops Satpol PP Kabupaten Karawang Yopie Permana mengaku PSK di Karawang kota sudah jarang berjualan di pinggir-pinggir jalan. “Kalau dulu zaman saya menentukan PSK mudah. Sekarang cukup sulit. Kita tidak bisa menentukan dengan sembarangan,” ujarnya kepada Radar Karawang, Senin (17/9). (apk/psn)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *