Sehari Hanya Dapat Uang Rp20 Ribu

TUNGGU PENUMPANG: Sejumlah angkot menunggu penumpang di Terminal Tanjpungpura. Wabah virus corona membuat pendapatan sopir angkot menurun drastis, karena penumpang tidak seramai sebelum corona.

Penumpang Angkot Turun Drastis

KARAWANG, RAKA – Penerapan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) di Kabupaten Karawang, pendapatan sopir angkutan umum belum pulih sepenuhnya, meski ada peningkatan jumlah penumpang dibandingkan saat diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Endrik (25), sopir angkot trayek Tanjungpura – Rengasdengklok, saat ini dirinya mulai kembali meneruskan pekerjaannya sebagai sopir angkot, setelah beberapa bulan sempat berhenti karena kelimpungan mencari penumpang di tengah PSBB. Pihaknya mengaku selama tidak bekerja dan berdiam diri di rumah, dirinya sampai menjual motor dan handphone untuk memenuhi kebutuhan keluarga di tengah pandemi. Bahkan pihaknya mengaku tidak dapat bantuan apapun dari pemerintah selama corona. “Semenjak ada corona, keluar (kerja) tiga hari aja, kata saya narik (angkot) ada capeknya aja setoran nombokin terus, ya udah saya males (akhirnya) libur aja jual motor sama handphone,” jelasnya, kepada Radar Karawang, Kamis (9/7).

Lebih lanjut kata dia, di tengah AKB ini dirinya mengaku pendapatan sudah mulai ada peningkatan dibandingkan saat diberlakukan PSBB, hanya saja pendapatan saat ini masih belum normal seperti sebelum ada corona. Pihaknya mengaku bisa membawa uang ke rumah kisaran Rp20 ribu kadang tidak bawa uang sama sekali. “Ini aja udah tiga kali putar puter terminal belum dapat-dapat penumpang,” ujarnya.

Endrik, ayah dari satu orang anak mengaku, di hari normal biasanya bisa membawa uang ke rumah di atas seratus ribu. Pihaknya mengaku tidak punya pilihan saat ini selain tetap menjadi sopir angkutan umum, meski penumpang dan pendapatan menurun drastis, karena dirinya menyadari tidak punya ijazah sekolah SLTA atau sederajat, apalagi saat ini syarat melamar pekerjaan itu harus dengan ijazah.

Salah satu sopir angkot trayek Tanjungpura- Tuparev, Ilyas (27) mengaku tak ada bedanya pendapatan di masa PSBB atau AKB ini penumpang masih sepi, karena memang anak-anak sekolah juga masih diliburkan. Pihaknya mengaku jangankan bawa uang ke rumah untuk setor aja sulit dipenuhi. “Kadang-kadang dapat, kadang gak dapat. Buat setoran juga puyeng (pusing) ini juga,” pungkasnya. (mra)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *