Serapan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Tertinggi di Jabar

KOORDINASI: BKKBN koordinasi dengan DPPKB Karawang soal penggunaan kontrasepsi di masyarakat.

KARAWANG, RAKA- Pemasangan alat kontrasepsi metode operasi wanita atau MOW banyak diminati. Saat ini, ada 246 akseptor di Karawang yang memilih cara ini untuk menunda kehamilan.

Deputi KB BKKBN dr Eni Kustina Puji serapan dan pelaksanaan kontrasepsi akseptor MOW di Karawang. Meskipun sempat tersendat darurat pandemi Covid-19, pelaksanaan tetap terealisasi sesuai jumlah, yakni 246 akseptor sampai akhir tahun 2020. Bertempat di Rumah Sakit Rosela Karawang Barat, pemasangan MOW di Karawang ini jadi model bagi kabupaten/kota lainnya. “Dengan bertahap sesuai skrining rumah sakit, pemasangan MOW di Karawang saat pandemi ini jadi model bagi kabupaten/kota lainnya, bahwa calon akseptor yang sudah dihimpun bisa diserap pemasangan kontrasepsinya selama bulan September-Desember ini,” kata Eni.

Mantan Kepala Puskesmas Rawamerta yang sukses berkarir dan menduduki posisi deputi ini menambahkan, masih dalam rangka hari kontrasepsi sedunia, kegiatan dalam 10 bulan ini semua juga diingatkan kembali tentang metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), di mana pemerintah menargetkan 150 ribu penggunaan IUD dan 100 ribu implan.

Jawa Barat merupakan wilayah penyangga nasional yang cukup besar, termasuk Karawang. Yang mana akseptor di tahun 2020 ini mencapai 246 orang. Tentu saja bukan hal mudah melaksanakan MOW di tengah pandemi Covid-19, karena beberapa daerah yang biasanya sudah melaksanakan di awal dan pertengahan tahun, baru sekarang sekarang-sekarang ini. Sebab pemasangan yang harus ada di rumah sakit, juga diterapkan protokol pencegahan Covid-19 sebagai akseptor, termasuk rapid test. “Karawang sudah bersedia akan menyelesaikan ini bertahap, kita maklumi karena ada pandemi covid,” katanya.

Plt Kepala DPPKB Karawang H Sopiah mengatakan, setiap tahun peserta MOW lancar melaksanakan pemasangan operasi, hanya saja tahun ini ada pertimbangan resiko di masa pandemi, sehingga realisasi MOW sedikit mundur ke bulan September-Desember. Dengan jumlah 246 akseptor, semua bertahap akan di lakukan pemasangan MOW di Rumah Sakit Rosela, termasuk rapid test semua akseptor di masa pandemi ini. Pihak dokter di rumah sakit Rosela mengkalkulasi estimasi waktu yang bisa di lakukannya dalam pemasangan MOW ini setiap hari atau Minggu nya, sehingga 246 akseptor ini bisa tuntas November dan maksimalnya menjelang akhir tahun. “MKJP di Karawang secara umum tertinggi di Jawa Barat, sekarang saja sudah 74% serapannya. Untuk MOW mudah-mudahan bisa selesai maksimal Desember mendatang,” pungkasnya. (rok)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *