Tak Semua Sekolah Bisa PTM

KARAWANG, RAKA – Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka atau PTM di sekolah bakal digelar dalam waktu dekat ini. Hanya saja tidak semua siswa di Karawang akan mengikuti PTM, seperti sekolah yang berlokasi di wilayah perkotaan.

Angin Segar soal pembelajaran tatap muka ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang Asep Junaedi. Dia mengatakan, rencananya kegiatan belajar mengajar di sekolah akan dilaksanakan bertepatan dengan hari ulang tahun Karawang, 14 September. “Rencananya tidak semua sekolah akan melaksanakan pembelajaran tatap muka, paling setiap kecamatan hanya lima sekolah (SD) atau lebih,” jelasnya kepada Radar Karawang, Minggu (12/9).

Dia mengaku sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka, pihak sekolah harus berkoordinasi terlebih, dulu dengan pejabat di kecamatan atau gugus tugas kecamatan. Kata Asep, kemungkinan untuk siswa SMP yang ada di perkotaan Karawang belum bisa melaksanakan PTM, lantaran siswanya masih banyak yang menggunakan angkutan umum. Berbeda dengan wilayah pedesaan seperti di Pakisjaya, Tirtajaya, Cilamaya, dan daerah lainnya.
“Untuk di wilayah kota, nanti kita akan rapat terlebih dulu,” imbuhnya.

Untuk tingkat SD ada sekitar 150 sekolah yang akan melaksanakan kegiatan PTM, itupun kegiatannya hanya terbatas atau 50 persen dari total siswa. “Secara bertahap dulu, nanti kita lihat aja,” kata Asep. Ia melanjutkan, bagi kecamatan yang masih zona merah, PTM tidak akan dilaksanakan, kecuali guru dan siswa di sekolah tersebut sudah divaksin lebih dari 70 persen.
“Kita perhatikan zona, ketika di wilayah itu zona merah maka PTM akan kita off dulu, kecuali di sekolah tersebut siswa-siswanya sudah divaksin lebih dari 70 persen itu bisa. Seperti Telukjambe satu Timur ya, SMP nya kan sudah 90 persen di vaksin, meskipun kecamatannya zona merah, tapi masih bisa melaksanakan PTM terbatas,” kata Asep.

Sementara mantan Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari meminta pembelajaran tatap muka di sekolah se Karawang tanpa terkecuali segera dilaksanakan. Oleh karenanya, pemerintah melalui Dinas Kesehatan dan puskesmas harus berjibaku untuk memastikan kesehatannya demi terselenggaranya PTM. Selain itu, Jimmy sapaan akrab Ahmad Zamakhsyari meminta rumah sakit swasta harus diikutsertakan dalam keberlangsungan PTM. “Jangan kelamaan berlindung di balik Covid-19. Ingat Indonesia udah masuk masa endemi, bukan lagi pandemi,” pungkasnya. (mra)