Terima Kasih Pahlawan Kemanusiaan

ATASI COVID-19: Ihsanudin saat berdialog dengan jajaran Dinas Kesehatan Karawang.

Dokter, Tenaga Medis dan Relawan Wabah Corona

KARAWANG, RAKA – Virus corona atau Covid-19 sudah menjadi pandemi global. Di Indonesia, korbannya terus bertambah bahkan di Karawang bupati dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemda Karawang juga terpapar virus ini.

Virus yang sudah sejak akhir 2019 lalu, hingga kini semakin masif penyebarannya. Bahkan belum diketahui sampai kapan wabah ini berakhir. Di tengah semakin gencarnya penyebaran virus corona, dokter dan petugas medislah yang berada di garda terdepan untuk mengatasi persoalan ini. Tidak bisa dibayangkan betapa kacaunya situasi di lapangan jika tanpa kerja keras dari dokter dan petugas medis. “Izinkan saya tetap berterima kasih kepada para dokter, tenaga medis, dan pejuang garda terdepan pencegahan dan penanganan Covid-19 atas dedikasi dan pengabdian selama ini. Mereka semua adalah pahlawan. Semoga Allah SWT menerima pengorbanan kalian kepada bangsa, negara, dan agama. Amin,” kata anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ihsanudin.

Anggota dewan dari Fraksi Gerindra ini menyarankan, selain menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga bahan makanan pokok, sebaiknya pemerintah lebih fokus pada skala prioritas pencegahan dan penanganan Covid-19. “Silahkan lakukan realokasi anggaran dalam situasi darurat seperti ini, kami sebagai anggota dewan pasti akan setujui,” ucapnya.

Dia meminta pemerintah bergerak lebih cepat dan efektif jika tidak ingin beberapa hari ke depan ledakan kasusnya makin serius. “Berbagai upaya harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi persoalan ini, sehingga masyarakat tidak dibuat resah dengan jumlah orang terpapar Covid-19 semakin bertambah setiap harinya,” paparnya.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, Ihsanudin menyebutkan, sediakan kebutuhan masker dan hand sanitizer di ruang-ruang publik, masifkan sosialisasi akan pentingnya social distancing, hadirkan alat pelindung diri (APD) di rumah-rumah sakit, siapkan ruang-ruang isolasi, dan segerakan pelaksanaan tes secara masif. “Jaga jarak, hindari keramaian, untuk sementara beraktivitas dan beribadah di rumah saja, dan cuci tangan pakai sabun,” pungkasnya. (adv)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *