TKW Ilegal Dijual Majikan di Abu Dhabi

KARAWANG, RAKA – Ini peringatan bagi warga Karawang yang berniat bekerja di luar negeri. Jangan nekat menjadi buruh migran ilegal, jika tidak ingin ditimpa banyak masalah di negeri asing. Seperti yang dilaporkan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), ada lima orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja secara ilegal di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, diperjualbelikan oleh majikannya. Satu diantaranya warga Karawang.

Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dalam dan Luar Negeri Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang Ijum Junaedi mengatakan, pihaknya sudah mengetahui kabar tersebut. “Belum ada laporan ke Disnakertrans Karawang. Kami juga tahu info ini dari media,” katanya saat dikonfirmasi Radar Karawang, kemarin.

Dikatakan Ijum, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), kemudian pihak Kemenlu meminta data yang bersangkutan. Tetapi data yang diperlukan untuk sementara belum ada. “Data korbannya belum ada. Laporan dari keluarga juga belum,” ujarnya.

Ijum menyebut, TKW yang dikabarkan menjadi korban majikan itu merupakan TKW dengan keberangkatan ilegal. Meski demikian, pemerintah daerah akan membantu memfasilitasi melalui Kemenlu dan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). “Kalau yang ilegal atas nama Pemda Karawang melalui PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Atap) TKI Disnakertrans Karawang, agar warga Karawang dibantu difasilitasi lewat Kemenlu dan Kemenaker karena WNI. Kalau yang legal kita bantu lewat Kemenaker, BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia),” tuturnya.

Sedangkan data TKI Ilegal, kata dia, pihaknya tidak memilikinya karena tidak masuk pada Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SiskoTKLN) sedangkan yang legal tercatat sebanyak 305 orang. “Tahun 2021 yang masuk Sisko TKLN sampai dengan bulan ini 305 orang. Paling banyak ke Asia Pasifik,” katanya. (nce)